Kabar BUMN - Masyarakat dunia, termasuk Indonesia, sudah kenal dengan kuliner Jepang, sushi.
Tetapi tahukah, sebagian besar sushi yang terhidang di restoran sejatinya fushion agar sesuai lidah internasional.
Kalau ingin mencoba sushi yang autentik Jepang bisa coba di edomae sushi, Tokyo.
Dibuat dalam wadah kotak
Awalnya sushi disebut narezushi dan hanya dikonsumsi keluarga istana atau bangsawan.
Proses pembuatannya lebih lama dari sekarang karena nasinya difermentasi beberapa bulan sebelum bisa dikonsumsi.
Baru di abad 18, prosesnya lebih cepat karena menggunakan cuka yang berfungsi untuk pengawet.
Nasi cukup dicampur cuka beras.
Baca Juga: Toyosu Senkyaku Banrai, Tokyo, Tempat Wisata Terbaru di Tokyo dengan Suasana Era Edo
Di masa itu, ikan mentah diletakkan pada dasar wadah dan ditimpa nasi yang sudah diberi cuka beras.
Setelah itu, ditekan sampai padat baru dipotong-potong.
Sushi jenis ini dinamai kansai sushi. Walau sudah jarang tapi bisa ditemui di Prefektur Kansai, seperti Osaka dan Kyoto.
Baca Juga: Wisata Belanja di Pasar Loak di Tokyo, Barang Berkualitas Dapat Dibeli dengan Harga Murah
Sushi Gaya Tokyo
Kemunculan edomae sushi selaras dengan perkembangan Tokyo pada era Meiji (sekitar abad 18).
Artikel Terkait
4 Kedai Sushi Kaki Lima di Jakarta yang Banyak Direkomendasikan Orang, Enak dan Murah
7 Jenis Sushi yang Populer di Indonesia, Penting Diketahui Sebelum Memesan
3 Restoran Sushi Omakase di Jakarta, Pengalaman Terbaik Menikmati Sushi Berkualitas
Sudah Bolak-balik Makan, Tapi Masih Suka Tengak-tengok Tidak Percaya Diri, Ini Etika Makan Sushi ala Masyarakat Jepang
5 Restoran Sushi Berkualitas dan Murah di Tokyo, Rasanya Autentik Tanpa Harus Menguras Kantong
Tidak Harus Restoran Sushi, Beberapa Supermarket di Jakarta Ini Juga Menyediakan Sushi yang Tidak Kalah Lezat dan Berkualitas