Pedoman diet dari Amerika Serikat menyarankan konsumsi makanan berprotein sebanyak lima hingga tujuh ons per hari, termasuk makanan laut sekitar delapan sampai sepuluh ons per minggu.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Indonesia menganjurkan konsumsi ikan minimal dua kali seminggu atau setidaknya 175 gram per minggu.
Baca Juga: Siap-Siap Magang di Aceh! PT Pupuk Iskandar Muda Buka Lowongan Staf Proyek IMIA
Dengan mengikuti anjuran tersebut, kamu bisa mendapatkan manfaat maksimal dari ikan, seperti menjaga kesehatan jantung, mengontrol kadar kolesterol, hingga meningkatkan fungsi otak.
Waspadai Kandungan Merkuri dalam Ikan
Walaupun mengonsumsi ikan setiap hari umumnya tidak masalah, pemilihan jenis ikan menjadi sangat penting.
Baca Juga: Lowongan Kerja “Driver Operasional” dari GDPS: Lulusan SMA Bisa Melamar
Beberapa ikan laut berukuran besar seperti hiu, ikan todak, dan beberapa jenis tuna memiliki kandungan metilmerkuri yang tinggi.
Zat ini beracun dan bisa mengganggu sistem saraf, terutama pada anak-anak dan ibu hamil.
Fenomena bioakumulasi membuat ikan-ikan besar berisiko tinggi mengandung merkuri.
Baca Juga: Langkah Perdana di Bursa Singapura, Pertamina Hulu Energi Terbitkan Global Bond USD 1 Miliar
Hal ini terjadi karena mereka memakan ikan-ikan kecil yang sudah lebih dulu terpapar zat tersebut.
Oleh karena itu, sangat disarankan untuk memilih ikan yang tergolong rendah merkuri seperti salmon, seabass, ikan kod, nila, serta makarel dan sarden. ***
Artikel Terkait
Hati-hati! Tanda Tubuh Sudah Kelebihan Konsumsi Gula, Mudah Lelah dan Tersinggung
Ramai Ditemukan Zat Bahaya, Konsumsi Anggur Muscat Aman dengan Tips Ini
Manfaat Konsumsi Kacang-kacangan Bagi Kesehatan
Tips Ampuh Mencegah Sembelit Selama Puasa, Tidak Cukup Hanya Konsumsi Serat
Dokter IHC RSPP Tekankan Pentingnya Konsumsi Tablet Tambah Darah untuk Cegah Anemia pada Remaja Putri