Kampung Kapitan, Palembang, Kawasan Tempat Tinggal Serdadu Tiongkok di Zaman Hindia Belanda

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 26 Mei 2025 | 15:30 WIB
Di Kampung Kapitan, Palembang, masih tersisa rumah kapitan dengan arsitektur perpaduan Tionghoa dan Melayu.  (rri.co.id)
Di Kampung Kapitan, Palembang, masih tersisa rumah kapitan dengan arsitektur perpaduan Tionghoa dan Melayu. (rri.co.id)

Di tepi Sungai Musi
Dengan jabatan yang prestige ini para kapitan ditempatkan secara khusus pada satu kawasan.

Kampung Kapitan ini luasnya sekitar 165,9 meter persegi di hulu sungai Musi.

Posisinya sangat strategis karena juga berseberangan langsung dengan Benteng Kuto Besak.

Pada masa kejayaannya, Kapitan tinggal di rumah mewah.

Baca Juga: 4 Tempat Wisata di Sekitar Sungai Musi, Salah Satunya Saksi Sejarah Kejayaan Kerajaan Sriwijaya

Salah satu Kapitan yang terkenal di Sungai Musi adalah Liong Taow Ming.

Ia diangkat sebagai perwira untuk mengatur wilayah 7 Ulu.

Adapun bentuk rumahnya berupa rumah panggung yang menggabungkan arsitektur Palembang dan Tiongkok.

Ini tampak pada atap limas yang bergaya Palembang, dan ornamen merah yang jadi ciri khas arsitektur Tiongkok.

Baca Juga: Benteng Kuto Besak, Palembang, Warisan Kesultanan Palembang yang Dibangun Selama 17 Tahun

Rumah Kayu dan Rumah Batu
Sayangnya sudah banyak bangunan di Kampung Kapitan yang berubah jadi bangunan modern.

Hanya tersisa dua, yaitu Rumah Kayu dan Rumah Batu, yang telah berumur 400 tahun.

Rumah kayu seluruhnya terbuat dari batang pohon pulai, termasuk interiornya.

Rumah ini dulu berfungsi sebagai tempat pertemuan, acara sosial, dan pesta.

Baca Juga: Rasa Manis Legit Camilan Khas Palembang Kombinasi Pengaruh Belanda dan Tionghoa

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini