Perubahan pola makan secara tiba-tiba, terutama dengan memperbanyak konsumsi daging tanpa serat, dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti sembelit, perut kembung, hingga maag kambuh.
Apalagi jika daging diolah dengan santan dan minyak berlimpah.
Lemak dari daging kambing atau sapi bisa memperlambat proses pencernaan.
Jika tidak diimbangi dengan sayur dan buah, perut bisa terasa begah dan sulit buang air besar.
Baca Juga: Tips Memasak Daging Kurban Jadi Rendang yang Empuk dan Lezat, Simak Rahasianya!
4. Hipertensi atau Tekanan Darah Tinggi
Daging kurban sering kali dimasak dengan bumbu pekat dan garam tinggi.
Kombinasi garam berlebih dan lemak jenuh bisa membuat tekanan darah melonjak, terutama pada lansia atau penderita hipertensi.
Baca Juga: Tips Mengolah Daging Kambing Kurban agar Tidak Bau Prengus, Masakan Jadi Lebih Lezat
5. Diare Akibat Pengolahan yang Tidak Higienis
Selain karena jumlah konsumsi, cara pengolahan daging juga berpengaruh.
Jika daging tidak dimasak dengan baik atau disimpan sembarangan, risiko keracunan makanan dan diare bisa meningkat akibat kontaminasi bakteri seperti Salmonella atau E. coli.
Tips Sehat Konsumsi Daging Kurban
Agar tetap sehat pasca-Iduladha, ahli gizi menyarankan beberapa langkah berikut:
Artikel Terkait
Tips Memasak Daging Kurban Jadi Rendang yang Empuk dan Lezat, Simak Rahasianya!
Idul Adha: Hukum Kurban, Makna, dan Syarat Hewan yang Harus Kamu Tahu
Konsisten Berbagi Setiap Tahun, PT Timah Salurkan Hewan Kurban ke Warga Bangka Barat
Pertamina Subholding Upstream Sebar Hewan Kurban demi Kebahagiaan Masyarakat di Hari Raya Idul Adha
Idul Adha 2025, KAI Commuter Salurkan Hewan Kurban untuk Masyarakat di Sekitar Jalur Rel