Ini Museum yang Dibangun Perusahaan Terkenal di Jepang, Bisa Dikunjungi Secara Gratis

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 9 Juni 2025 | 18:30 WIB
Ada sekitar 600 barang produksi pabrik ini yang dipamerkan di Konosuke Matsushita Museum atau Museum Panasonic, Osaka, Jepang. (Facebook/Panasonic)
Ada sekitar 600 barang produksi pabrik ini yang dipamerkan di Konosuke Matsushita Museum atau Museum Panasonic, Osaka, Jepang. (Facebook/Panasonic)

2. Toto Museum
Toto merupakan perusahaan yang memproduksi produk untuk toilet dan kamar mandi.

Museumnya berada di Kitakyushu, Fukuoka, Jepang.

Bangunannya terdiri atas 2 lantai, berfungsi juga sebagai kantor utama.

Baca Juga: 6 Kuliner Fukuoka, Bahan dan Cita Rasanya Berbeda dari Kuliner Kota Lain di Jepang

Pada lantai pertama terdapat showroom, sementara di lantai dua menjadi museumnya.

Di tempat ini orang bisa melihat evolusi toilet duduk dari pertama kali dibuat pada tahun 1914.

Selain itu dipamerkan pula produk kamar mandi seperti shower, wastafel, bak mandi dan banyak lagi.

Baca Juga: 3 Pasar Ikan di Jepang yang Direkomendasikan untuk Menikmati Sushi Segar Harga Pasar

Mayo Terrace Mayonnaise Museum lokasinya di Sengawa, Jepang. Ditujukan bagi penggemar yang akrab dengan Kewpie mayonaise. (Instagram/@emilycabana via islands.com)

3. Mayo Terrace Mayonnaise Museum
Lokasinya di Sengawa, Jepang, ditujukan bagi penggemar yang akrab dengan kewpie mayonaise.

Sebenarnya ini pabrik tapi didesain seperti museum, dimana bisa dilihat beragam jenis produksi mayonaise.

Termasuk video perjalanan mayonaise dari awal sampai sekarang. Ada pula maskot Kewpie raksasa.

Baca Juga: Yoshoku, Kuliner Jepang yang Dapat Pengaruh Kuat dari Barat

Pengunjung yang datang akan disuguhi potato salad dengan saus kewpie serta mendapat souvenir gratis.

Meskipun gratis, untuk datang ke sini wajib mendaftar secara online.

Pengunjung maksimal hanya 15 orang per hari dan hanya buka di hari kerja.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: tokyoweekender.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini