Tinggal Kenangan, Ini Tempat Tuan dan Noni Belanda Dulu Bergaul di Jakarta

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Jumat, 13 Juni 2025 | 07:00 WIB
Gedung-gedung elit di Jalan Rijswijkstraat, Batavia, sebelum menjadi Jalan Majapahit. (Wikimedia Commons/Collectie Tropen Museum)
Gedung-gedung elit di Jalan Rijswijkstraat, Batavia, sebelum menjadi Jalan Majapahit. (Wikimedia Commons/Collectie Tropen Museum)

Hotel des Indest berdiri tahun 1829 dan menjadi hotel tertua di Asia juga termewah pada zamannya. (commons.wikimedia.org/Collectie Wereldmuseum (v/h Tropenmuseum), part of the National Museum of Worl)

2. Hotel des Indes
Hotel des Indest berdiri tahun 1829 dan menjadi hotel tertua di Asia juga termewah pada zamannya.

Dinamakan Hotel des Indies atas saran Multatuli.

Hotel seluas 1,3 hektare di jalan Gajah Mada, Harmoni.

Salah satu signature-nya adalah menu makan siangnya.

Baca Juga: Ncang, Ncing, Ini 4 Warung Makan di Jakarta untuk yang Mencari Kuliner Khas Betawi yang Masih Otentik dan Melegenda

Disajikan dengan konsep rijsttafel yang menghidangkan sampai 57 lauk pauk.

Hotel ini pun pernah jadi tempat perjamuan tamu negara sebelum berdirinya Hotel Indonesia (sekarang Hotel Kempinspki).

Setelah kemerdekaan Indonesia, Hotel des Indes mengalami krisis pemasukan.

Akhirnya tahun 1971 hotel dihancurkan dan diganti menjadi Pertokoan Duta Merlin.

Baca Juga: Tur Malam Eksklusif Museum Mandiri Jakarta, dari Makan Malam ala Rijsttafel hingga Lorong Rahasia

Di zaman dulu hanya orang dengan jabatan penting yang bisa menikmati hiburan di Theater Schouwburg Weltevreden (sekarang Gedung Kesenian Jakarta). (kfmap.asia)

3. Gedung Kesenian Jakarta
Saat mencari hiburan, sosialita dan pecinta seni di zaman Belanda pergi ke Gedung Kesenian Jakarta.

Berada di jalan Pos, Pasar Baru, gedung ini didirikan tahun 1821 sebagai gedung konser.

Dulu bernama Theater Schouwburg Weltevreden atau Gedung Komedi. Arsitekturnya bergaya neo-renaisans.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini