Menjelajah Pasar Sunda Tempo Dulu: Jajan Asyik Pakai Koin Bambu di Tengah Hutan

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Minggu, 15 Juni 2025 | 14:00 WIB
Ilustrasi - Rasakan serunya belanja di Pasar Sunda Jadul Campernik & Padaringan. Jajan pakai koin bambu di tengah hutan bambu yang adem dan penuh nuansa tradisional! (Freepik)
Ilustrasi - Rasakan serunya belanja di Pasar Sunda Jadul Campernik & Padaringan. Jajan pakai koin bambu di tengah hutan bambu yang adem dan penuh nuansa tradisional! (Freepik)

Kabar BUMN - Ingin liburan yang unik dan penuh nuansa tradisional? Coba mampir ke dua pasar khas Sunda di tengah hutan bambu yang adem dan asri ini.

Nggak cuma bisa jajan enak, kamu juga bakal merasakan sensasi belanja pakai koin bambu seperti di masa lampau!

Selain seru dan ramah lingkungan, pasar ini juga mendukung UMKM lokal sekaligus melestarikan budaya Sunda lewat kuliner dan suasananya yang otentik.

Baca Juga: ANTAM Bagi Dividen 100 Persen Usai Cetak Kinerja Cemerlang Sepanjang 2024

Suasana Unik Pasar Awi Campernik

Terletak di kawasan Cipageran, Cimahi Utara, Pasar Awi Campernik hadir dengan konsep tradisional yang kental.

Lokasinya berada di tengah hutan bambu yang rimbun, menciptakan nuansa adem dan nyaman untuk nongkrong santai.

Baca Juga: Hewan Langka dari Papua, Dilindungi Karena Jumlahnya yang Makin Sedikit dan Tidak Hidup di Daerah Lain

Aneka jajanan khas Sunda seperti surabi oncom dan es goyobod tersedia tanpa tambahan bahan kimia berbahaya, menjadikannya sehat dan aman dikonsumsi.

Pasar ini dibuka setiap hari Minggu pada minggu pertama dan ketiga tiap bulan, mulai pukul 07.00 hingga 13.30 WIB. Masuk ke area ini gratis, tapi untuk jajan, kamu harus menukar uang tunai dengan koin bambu yang disebut “pernik”.

Koin ini punya nilai nominal tertentu, seperti 5 pernik setara Rp 5.000, 10 pernik Rp 10.000, dan seterusnya.

Baca Juga: Perkuat Tata Kelola Berkelanjutan, PLN EPI Integrasikan ESG ke Seluruh Rantai Operasi

Kegiatan Seru di Pasar Padaringan Bandung

Bergeser ke wilayah Cibiru, Bandung, kamu bisa menemukan Pasar Padaringan yang juga hanya buka dua kali sebulan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini