Kabar BUMN - Jauh sebelum menjadi pusat elektronik, Glodok lebih dulu sebagai daerah pecinan.
Di Glodok terdapat kawasan Petak Sembilan dan Pancoran Glodok yang dipenuhi pedagang kuliner.
Dari zaman VOC pun Glodok sudah merajut sejarahnya sendiri hingga akhirnya menjadi pusat perdagangan.
Berikut sejarah menarik tentang Glodok.
Pintu masuk pulau
Nama Glodok dipercaya diambil dari Bahasa Sunda golodog yang artinya pintu masuk.
Ini merujuk pada kondisi saat itu, Sunda Kelapa jadi pintu masuk orang-orang ke Kerajaan Sunda.
Pada masa tersebut Sunda Kelapa memang lebih banyak didominasi orang Sunda.
Setelah kehadiran banyak orang Betawi dan asing lainnya, kata golodog diucapkan menjadi glodok.
Baca Juga: 4 Hotel Tertua di Jakarta, Masih Beroperasi dengan Mempertahankan Sebagian Bentuk Pertamanya
Versi lain, arkeolog mengatakan nama glodok diambil dari nama pancoran atau pancuran air di sekitar daerah tersebut.
Sekitar abad 16, ada waduk penampungan air sungai Ciliwung yang mengalir lewat sebuah pancuran.
Air yang mengalir menghasilkan suara geluduk-geluduk.
Penduduk setempat kemudian menamai daerah tersebut dengan glodok.
Baca Juga: Tinggal Kenangan, Ini Tempat Tuan dan Noni Belanda Dulu Bergaul di Jakarta
Artikel Terkait
Sejarah dan Ragam Motif Batik Betawi, Berkembang dari Masa ke Masa Dipengaruh Budaya Negara dan Daerah Lain
Menjelajahi Candi-candi yang Ada di Karanganyar, Wisata Bersejarah untuk Menambah Pengetahuan
4 Rekomendasi Pantai-pantai Memesona di Pangandaran
Liburan di Wonosobo: Rekomendasi 5 Tempat Wisata Alam untuk Melepas Penat
Kuliner Khas Pangandaran, Rasanya Hampir Sama dengan Masakan Sunda Lainnya, Bahannya yang Berbeda Sedikit
Tips Seru Ajak Anak Piknik di Alam Terbuka, Liburan Jadi Momen Tak Terlupakan!