Kabar BUMN - Jenang mudah ditemukan di Jawa Tengah, termasuk di pasar tradisional di Solo, juga Yogyakarta.
Lebih dari sekedar camilan manis, jenang mengandung makna ucapan syukur kepada Tuhan.
Karena itu, jenang selalu hadir pada sejumlah upacara adat dan acara penting lainnya.
Tidak hanya satu, jenang dibuat ke dalam beragam rupa.
Baca Juga: 6 Bubur Manis Khas Indonesia, Sering Dikonsumsi untuk Sarapan atau Pengganjal Perut di Sore Hari
1. Jenang sengkolo
Jenang sengkolo disebut juga jenang merah putih karena terdiri dari jenang berwarna putih dan cokelat.
Jenang putih hanya diberi santan, sementara jenang cokelat ditambahkan gula merah.
Jenang sengkolo sering dihidangkan untuk menolak bala atau musibah.
Bagi yang baru sakit atau alami bencana, ini dihidangkan dengan harapan tidak ada lagi bala bencana.
Baca Juga: Beragam Jenis Bubur dari Sumatra, dari yang Manis sampai yang Gurih Semuanya Lezat
2. Jenang ngangrang
Dikenal dengan nama bubur rangrang, jenang ini banyak ditemukan di Yogyakarta.
Jenang terbuat dari beras ketan utuh yang direbus sampai matang. Setelah itu disiram santan.
Penyajiannya menggunakan wadah yang terbuat dari daun pisang.
Makna jenang ini manusia perlu mengontrol kemarahannya, sehingga kekuatannya bisa bermanfaat bagi orang lain.
Artikel Terkait
Bolehkah Minum Kopi Sambil Makan Gorengan? Ini Penjelasan dan Risikonya
Sejarah Panjang Kawasan Glodok, Dari Asal Nama Hingga Latar Belakangnya Menjadi Pecinan
4 Toko Membeli Oleh-oleh Murah di Jepang, Punya Banyak Cabang di Setiap Kota
Rekomendasi Snack Halal dari Jepang untuk Camilan Saat Liburan atau Oleh-oleh
Libur Panjang Tiba, Coba Kenali Anak-anak dengan Permainan Tradisional
Wisata Sejarah di Sumbawa Timur, Dipenuhi Jejak Peninggalan Kerajaan Bima