Ragam Jenang di Solo dan Yogyakarta, Setiap Sajian Mengandung Makna Mendalam

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 23 Juni 2025 | 10:00 WIB
Jenang sengkolo sering dihidangkan untuk menolak bala atau musibah.  (unimmafm.com)
Jenang sengkolo sering dihidangkan untuk menolak bala atau musibah. (unimmafm.com)

Baca Juga: Mengenal 5 Jenis Bubur Khas Nusantara yang Paling Populer dengan Rasa Gurih hingga Manis

3. Jenang sumsum
Jenang ini terbuat dari tepung beras yang direbus sampai mengental lembut. Disajikan dengan air gula merah.

Dinamakan jenang sumsum, karena warna putihnya seperti tulang sumsum.

Jenang sumsum memiliki maknanya seputih sifat bersih dan suci.

Dipercaya bubur sumsum akan membawa kesehatan dan berkah.

Baca Juga: Yuk Sarapan Bubur Sambil Cari Tahu Berbagai Variasi Bubur Dari Seluruh Indonesia

Jenang kolak kombinasi antara kolak pisang dan jenang sumsum. (santee.fitri via karasantan.id)

4. Jenang Kolak
Jenang kolak kombinasi antara kolak pisang dan jenang sumsum.

Isi kolak pisangnya sama dengan yang umum dikenal. Begitu pula dengan jenang sumsum.

Jenang kolak memiliki filosofi mencapai kesempurnaan adalah tujuan hakiki dari setiap kehidupan manusia.

Seseorang terus perlu berproses menuju kesempurnaan hidup dunia dan akhiran.

Baca Juga: Ragam Bubur Tradisional Jawa, Beberapa Terkait dengan Peristiwa Sosial, Budaya, dan Keagamaan

5. Jenang gempol pleret
Jenang ini termasuk yang jarang ditemukan, kecuali berburu di Yogyakarta.

Jenang gempol pleret terbuat dari tepung beras, tepung tapioka, dan air.

Adonan dibagi dua, satu bagian dibentuk bulat-bulat atau dalam bahasa Jawa, gempol.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini