Taman ini berdiri sejak zaman Hindia Belanda. Ditemukan 1846, tahun 1921 menjadi kawasan suaka alam.
Taman Nasional Ujung Kulon mendapat pengakuan UNESCO sebagai warisan dunia yang dilindungi tahun 1991.
Kawasan ini meliputi Krakatau, Pulau Handeuleum, Pulau Pecang, Pulau Panaitan, dan beberapa pulau kecil lainnya.
Taman Nasional Ujung Kulon habitat penting badak jawa yang jumlahnya semakin berkurang.
Selain itu, ada juga hewan lain, seperti owa jawa, anjing hutan, rusa timor, kijang, macan tutul, dan macan dahan.
Baca Juga: Cukup Tahan Duduk Selama Lima Jam, Bisa Menemukan Alam yang Berbeda di TN Ujung Kulon
3. Taman Nasional Tanjung Puting
Bagi yang pernah menonton Film Petualangan Sherina tentu sudah tahu Taman Nasional Tanjung Puting.
Taman Nasional Tanjung Puting mendapat pengakuan UNESCO sebagai Cagar Biosfer tahun 1977.
Taman nasional yang berdiri 1936 ini awalnya difungsikan untuk cagar alam dan suaka margasatwa.
Baca Juga: Hanya Ada di Indonesia, Ini 4 Taman Nasional yang Jadi Habitat Orangutan
Tahun 1984 taman yang berlokasi di Kalimantan Tengah ini menjadi taman nasional.
Kawasan ini meliputi hutan hujan, hutan bakau dan hutan rawa air tawar dengan luas 415.050 hektare.
Hewan utama yang dilindungi adalah orangutan. Selain itu, ada monyet merah, kucing liar, bekantan dan beruang.
Artikel Terkait
Little Afrika-nya Jawa, Taman Nasional Baluran di Situbondo
Secantik Padang Savana di Afrika, Ini Taman Nasional Alas Purwo di Banyuwangi
5 Taman Nasional Paling Terkenal di Dunia, Tempat Terbaik Menemukan Keragaman Kekayaan dan Keindahan Alam
Simak! Harga Tiket Masuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Alami Kenaikan
Pantangan yang Berlaku Saat Berwisata di Taman Nasional Komodo demi Keamanan Bersama
Taman Nasional Kerinci Seblat, Jambi, Bayangkan Luasnya Mencapai 1.368.000 Hektare