3. Melbourne
Melbourne memiliki akses difabel yang mumpuni. Contoh, transportasi publik yang ramah pengguna kursi roda.
Pengumuman di tempat publik diwartakan secara visual dan audio sehingga memudahkan semua orang.
Begitu pula di setiap penyeberangan, ada indikator suara dan visual juga.
Selain didesain kota ramah difabel, Melbourne juga didesain sebagai kota yang ramah bagi penderita autisme.
Baca Juga: Penuhi Hasrat Keingintahuan Pembacanya, Rumah Tinggal Penulis Kelas Dunia Ini Diubah Menjadi Museum
4. Barcelona
Di Barcelona, semua transportasi publik, terutama bus, ramah bagi pengguna kursi roda.
Begitu pula metro (sejenis MRT) sedang dalam penambahan akses untuk kursi roda.
Sejumlah tempat wisata menyediakan tiket gratis atau diskon tiket bagi penyandang difabel.
Museum dilengkapi fasilitas bahasa isyarat dan penunjang bagi yang bemasalah dengan penglihatan dan pendengaran.
Baca Juga: 4 Pulau Terpencil di Dunia yang Menjadi Tujuan Wisata Eksklusif Karena Biayanya yang Mahal
5. Amsterdam
Kota ramah difabel ditunjukkan Amsterdam denga trem dan metro yang dilengkapi lift bagi kursi roda.
Kondisi geografis kota yang datar, membuat jalanan mudah digunakan kelompok difabel.
Di sini tersedia juga sepeda yang bisa digunakan untuk kelompok difabel.
Museum dan galeri menyediakan fasilitas untuk yang bermasalah dengan penglihatan dan pendengaran.***
Artikel Terkait
Tips Berwisata dengan Penyandang Difabel, Pastikan Setiap Orang Alami Kebahagiaan Liburan, Bahkan di Alam Terbuka
Hindari Overtourism, Ini Kota Kecil yang Indah dan Tenang Karena Penduduknya Paling Sedikit di Jepang
Destinasi Ikonik di Bulukumba, Tugu Titik Nol Sulawesi Jadi Spot Favorit Wisatawan
Wahana Baru di Ambarawa, Jelajah Taman Museum Kereta Api dengan Kendaraan Ramah Lingkungan
3 Masjid Indonesia Masuk ke Jajaran Terbesar di Asia Tenggara, Ini 5 Daftarnya!
Danau Asam Suoh, Lampung Barat, Tempat Wisata dengan Pesona Geotermal Alami