Kabar BUMN - Ramai di media sosial tentang candaan seseorang yang mempertanyakan keberadaan jalur kuning untuk penyandang tuna netra.
Ia bertanya karena, disebutkan dalam video, jalur tersebut menuju tempat wisata berpemandangan indah.
Kepada rekan yang merekamnya, ia bertanya, bilamana tuna netra bisa melihat pemandangan indah itu?
Baca Juga: Girpasang, Objek Wisata di Klaten yang Tawarkan Panorama Ala Swiss
Sebaiknya dipahami, setiap orang berhak untuk wisata dan liburan, tak terkecuali penyandang difabel.
Terlebih sekarang sejumlah tempat wisata, hotel, dan transportasi publik telah memfasilitasi kebutuhan tersebut.
Jika kemudian ingin mengajak keluarga, sahabat, atau teman yang difabel, berikut sejumlah tips agar kegiatan lancar.
Baca Juga: Healing ke Kampung Singkur, Wisata Alam di Pengalengan yang Menawarkan Beragam Kegiatan Seru
1. Persiapan kesehatan
Paling pertama, pastikan kesehatan difabel yang akan diajak wisata. Ini bisa diperiksakan dulu ke dokter.
Berikan gambaran jelas kondisi tempat wisatanya dan durasi liburan.
Bila dokter melarang, sebaiknya jangan pergi karena mungkin berisiko bagi penyandang difabel.
Bila dokter mengizinkan, tanyakan yang harus dipersiapkan, terutama obat dan vitamin yang perlu dibawa.
Baca Juga: Bercengkrama Santai dengan Alam di Hutan Pinus di Yogyakarta, Ketenangan Pun Mungkin Didapat
2. Asuransi perjalanan
Meskipun hanya wisata di dalam negeri dan tempatnya aman, siapkan asuransi perjalanan.
Artikel Terkait
Tips Bersosialisasi dan Berkenalan dengan Warga Lokal Saat Berlibur ke Luar Negeri
7 Tips Penting Stargazing, Ketahui Waktu dan Lokasi yang Tepat untuk Menikmati Keindahan Langit Malam
Pertama Touring? Ini 7 Tips Aman Naik Motor di Jalan Tanjakan dan Turunan
Tips Simpel Sebelum Terbang, Efeknya Bikin Nyaman Seharian
6 Tips yang Bisa Dilakukan untuk Menghindari Pegal-pegal dan Kaku Saat Liburan
Tips Mengajarkan Anak Menaiki Transportasi Umum Keliling Jabodetabek Saat Akhir Pekan