Jelajah Kotabaru, Yogyakarta, Kawasan yang Dulu Ditinggali Kelompok Kulit Putih

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 25 Juni 2025 | 15:30 WIB
Kawasan Kotabaru dulunya bernama Nieuwe Wijk. Dibuka sekitar tahun 1920-an.  (Wikipedia/Collectie Wereldmuseum (v/h Tropenmuseum), part of the National Museum of World Cultures)
Kawasan Kotabaru dulunya bernama Nieuwe Wijk. Dibuka sekitar tahun 1920-an. (Wikipedia/Collectie Wereldmuseum (v/h Tropenmuseum), part of the National Museum of World Cultures)

Di dekatnya berdiri Gedung Kolese Santa Ignatius yang dulu jadi kantor Kementrian Pertahanan.

Lalu gedung SMP 5 yang dulunya Normalschool dan SMU Bopkri yang dulunya gedung Christelijke MULO.

Gedung yang tak kalah cantik dengan gaya art deco adalah Gedung Bimo dan juga Toko Buku Gramedia Sudirman.

Baca Juga: 4 Pemandian Alam di Yogyakarta, Airnya Dingin Menyegarkan Raga dan Jiwa

Museum Sandi
Tidak jauh dari Gereja Santo Antonius Kotabaru berdiri Museum Sandi, satu-satunya museum kriptologi di Indonesia.

Tahun 1947, bangunan ini berfungsi sebagai kantor Kementrian Luar Negeri.

Di museum sandi bisa dilihat sejarah persandian, mesin sandi, replika mesin, juga sejumlah dokumen sandi penting.

Baca Juga: Bercengkrama Santai dengan Alam di Hutan Pinus di Yogyakarta, Ketenangan Pun Mungkin Didapat

Terpajang juga foto tokoh-tokoh sejarah persandian, termasuk Dr Roebono Kertopati – Bapak Persandian Indonesia.

Di Museum Sandi, orang juga bisa mempelajari cara membuat sandi secara sederhana.

Museum ini sandi beralamat jalan Faridan M Noto, Gondokusuman, Yogyakarta.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: kebudayaan.jogjakota.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini