Jelajah Kotabaru, Yogyakarta, Kawasan yang Dulu Ditinggali Kelompok Kulit Putih

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 25 Juni 2025 | 15:30 WIB
Kawasan Kotabaru dulunya bernama Nieuwe Wijk. Dibuka sekitar tahun 1920-an.  (Wikipedia/Collectie Wereldmuseum (v/h Tropenmuseum), part of the National Museum of World Cultures)
Kawasan Kotabaru dulunya bernama Nieuwe Wijk. Dibuka sekitar tahun 1920-an. (Wikipedia/Collectie Wereldmuseum (v/h Tropenmuseum), part of the National Museum of World Cultures)

Kabar BUMN - Kotabaru salah satu sudut Yogyakarta yang menyimpan banyak cerita sejarah menarik.

Di masa lalu, Kotabaru merupakan kawasan tempat tinggal warga Belanda dan kulit putih lainnya.

Bangunan yang didominasi gaya kolonial masih bertahan di Kotabaru sampai sekarang.

Jalan-jalan ke kawasan ini menghadirkan nuansa Yogyakarta yang berbeda dari yang lainnya.

Baca Juga: Ribuan Abdi Dalem Keraton Yogyakarta Dapat Layanan Kesehatan Gratis dari Bank Mandiri

Perluasan pemukiman
Kawasan Kotabaru dulunya bernama Nieuwe Wijk. Dibuka sekitar tahun 1920-an.

Dulunya perumahan kolonial di Yogyakarta berada di sekitar Benteng Vredeburg atau daerah Loji Kecil.

Jumlah orang kulit putih kemudian meningkat, bersamaan perkembangan ekonomi hasil perkebunan tebu.

Dampak peningkatan jumlah penduduk tersebut akhirnya perumahan kolonial diperluas.

Baca Juga: Ragam Jenang di Solo dan Yogyakarta, Setiap Sajian Mengandung Makna Mendalam

Mereka mencari lokasi baru di sebelah utara Yogyakarta.

Residen Yogyakarta, Cornelis Cane meminta izin Sultan Hamengkubuwono VII untuk membangunnya.

Akhirnya dipilihlah kawasan Nieuwe Wijk di sebelah timur Kali Code. Pembangunannya dimulai tahun 1920.

Karena dirancang sebagai hunian nyaman, kawasan ini benar-benar ditata.

Baca Juga: Menambah Pengetahuan Selama Libur Sekolah, Jelajahi 7 Museum di Yogyakarta yang Edukatif

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: kebudayaan.jogjakota.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini