Berbeda dengan Sushi dan Ramen, Tidak Semua Orang Jepang Menyukai Horumon, Apalagi Orang Asing

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 30 Juni 2025 | 17:00 WIB
Horumon paling sering dimasak dengan cara dipanggang atau dibakar. (japan-food.guide)
Horumon paling sering dimasak dengan cara dipanggang atau dibakar. (japan-food.guide)

Kabar BUMN - Selain yang telah mendunia, Jepang juga punya kuliner yang hanya mudah di temukan di negaranya, contohnya horumon.

Di Jepang, horumon tergolong kuliner ekstrem karena berbahan dasar jeroan.

Baik itu jeroan sapi, ayam, atau pun babi, bisa diolah menjadi horumon.

Tidak mendunia, di Jepang saja horumon hanya tersedia di beberapa tempat saja.

Baca Juga: Hindari Overtourism, Ini Kota Kecil yang Indah dan Tenang Karena Penduduknya Paling Sedikit di Jepang

Sejak awal abad 19
Dibandingkan sushi dan ramen yang umurnya lebih dari dua ratus tahun, horumon terbilang kuliner baru.

Diperkenalkan ketika daging hewan mulai masuk dan berkembang di Jepang, yaitu pada awal abad 19.

Dulu masyarakat Jepang hanya makan hasil laut, selaras ajaran Buddha yang tidak mengonsumsi daging.

Baru abad 19 penggunaan daging diperkenalkan ke masyarakat Jepang. Di saat itulah kuliner horumon lahir.

Baca Juga: Liburan ke Jepang? Ini 5 Hal yang Perlu Kamu Tahu Sebelum Coba Sake!

Jeroan bakar
Kata horumon diambil dari kata hormorne dari dialek kansai.

Dalam bahasa Jepang, horumon bisa diartikan barang yang dibuang.

Sesuai dengan konteks jeroan yang jarang untuk dikonsumsi.

Baca Juga: Rekomendasi Snack Halal dari Jepang untuk Camilan Saat Liburan atau Oleh-oleh

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: livejapan.com, japan-food.guide

Tags

Artikel Terkait

Terkini