Berbeda dengan Sushi dan Ramen, Tidak Semua Orang Jepang Menyukai Horumon, Apalagi Orang Asing

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 30 Juni 2025 | 17:00 WIB
Horumon paling sering dimasak dengan cara dipanggang atau dibakar. (japan-food.guide)
Horumon paling sering dimasak dengan cara dipanggang atau dibakar. (japan-food.guide)

Dalam bahasa Jepang, horumon bisa diartikan barang yang dibuang. Sesuai dengan konteks jeroan yang jarang untuk dikonsumsi. (dishes-japan.com)


Pertama kali jeroan dimasak dan dikonsumsi untuk menambah energi.

Sekitar 1920-an, sebuah restoran yakiniku membakar jeroan untuk dijadikan salah satu hidangan menu.

Ternyata beberapa pelanggan menyukainya. Dari satu restoran akhirnya diikuti restoran lainnya.

Baca Juga: 4 Toko Membeli Oleh-oleh Murah di Jepang, Punya Banyak Cabang di Setiap Kota

Menu populer izakaya
Ada beragam jenis horumon, yaitu hati, jantung, ampela ayam, usus besar sapi, usus kecil sapi, torpedo, dan babat.

Horumon paling populer dinikmati dengan cara dibakar atau diyakiniku.

Metodenya, jeroan dimarinasi, setelah itu dibakar. Bisa dibakar penjual atau pembelinya langsung.

Baca Juga: Jelajah Kota-kota di Jepang Lebih Mudah dengan Fasilitas Coin Locker yang Tersedia di Mana-mana

Horumon bukan jenis kuliner yang tersedia di semua tempat makan. Hanya di izakaya atau restoran yakiniku.

Ada pula restoran yang mengkhususkan pada menu horumon, yang diposisikan untuk camilan.

Horumon paling sering dinikmati dengan bir atau minuman dingin dengan cita rasa asam.

Kini horumon juga ditambahkan ke menu lain, seperti hot pot, mie goreng, itame (sejenis tumisan), udon dan banyak lagi.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: livejapan.com, japan-food.guide

Tags

Artikel Terkait

Terkini