Tenangnya Ine di Kyoto, Venice-nya Jepang Tetapi dengan Karakter dan Budaya Khasnya Sendiri

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Minggu, 6 Juli 2025 | 15:30 WIB
Di antara keunikan Kyoto yang hadirkan nuansa kota tua, suasana di Ine menjadi agak berbeda. (kyototourism.org)
Di antara keunikan Kyoto yang hadirkan nuansa kota tua, suasana di Ine menjadi agak berbeda. (kyototourism.org)

Rumah perahu tradisional
Daya tarik utama dari Ine adanya funaya atau rumah perahu yang nyaris menghiasi seluruh wajah kota.

Funaya dipergunakan sejak zaman Edo dan kini dijaga dan dilindungi pemerintah setempat.

Beberapa yang rusak diperbaiki untuk menjaga kelestariannya.

Baca Juga: 4 Toko Membeli Oleh-oleh Murah di Jepang, Punya Banyak Cabang di Setiap Kota

Funaya terdiri atas dua lantai. Bagian atas menjadi area tempat tinggal penghuninya.

Bagian bawah berupa dermaga yang juga tempat menyimpan perahu, peralatan memancing.

Setengah bagian dari dermaga ini tergenang air sehingga dari jauh kesannya rumah terapung di tengah laut.

Baca Juga: Rekomendasi Snack Halal dari Jepang untuk Camilan Saat Liburan atau Oleh-oleh

Ada sekitar 200 funaya menghiasi Ine. Beberapa dibuka untuk home stay, kafé, dan restoran.

Beberapa funaya sudah tidak lagi dijadikan sebagai tempat tinggal.

Ada yang berubah menjadi tempat penyimpanan ikan dan tempat menjemur atau mengeringkan produk ikan.

Baca Juga: Pertunjukan Tradisional Berumur Ratusan Tahun yang Wajib Ditonton Saat di Jepang

Ukuran kota Ine sangat kecil dan bisa dijelajahi satu hari saja, termasuk dengan tour boat. (livejapan.com)

Wisata keliling teluk
Ukuran kota Ine sangat kecil dan bisa dijelajahi satu hari saja.

Pelancong bisa berjalan kaki atau menyewa sepeda untuk mejelajahi kota.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: travel.rakuten.com, kyototourism.org

Tags

Artikel Terkait

Terkini