Kabar BUMN - Cukup banyak kuliner Indonesia yang pada dasarnya adopsi kuliner negara lain, salah satunya Arab.
Pengaruh kuliner Arab ini tercermin dari penggunaan bahan dan rempah khas kawasan tersebut.
Dan tidak sedikit dari kuliner Arab ini yang telah diadopsi sejak abad 13, sejalan masuknya pedagang Arab ke Indonesia.
Baca Juga: Ragam Kopi Rempah di Indonesia, Lebih Menyehatkan dari Seduhan Kopi Biasa
1. Martabak telur
Martabak yang diambil dari kata mutabbaq, artinya dilipat, ini konon mengadopsi kuliner Arab dan India.
Selain di Indonesia, kuliner ini bisa didapati pula di Malaysia, Singapura, Thailand, dan Brunei.
Bentuknya pun sama saja, yakni adonan tepung tipis yang diberi isian daging cincang, daun bawang, dikocok dengan telur.
Di beberapa daerah di Indonesia, martabak telur dihidangkan dengan acar timun bawang atau kuah kari.
Baca Juga: 5 Kuliner Indonesia yang Masuk dalam Daftar Warisan Budaya Tak Benda
2. Nasi kebuli
Nasi ini hasil percampuran budaya antara Yaman, Gujarat, Melayu dan peranakan Arab.
Nasi kebuli mirip nasi mandhi di Yaman, yang juga menggunakan kaldu daging kambing, susu kambing, dan rempah.
Tapi bila penduduk Yaman menggunakan beras basmanti, Indonesia dari beras basmanti dan beras pera biasa.
Uniknya, nasi kebuli Indonesia dinikmati dengan sambal goreng ati yang tidak ditemukan di Yaman.
Artikel Terkait
4 Tempat Wisata di Vietnam yang Dilengkapi Kereta Gantung Pemuas Mata Pemburu Keindahan Alam
5 Kegiatan yang Bisa Dilakukan Saat Menunggu di Bandara Incheon, Seoul
Benarkah Jalan Kaki Lebih Efektif Menurunkan Berat Badan daripada Lari? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Cuma Rp75.000 Bisa Masuk Festival Balon Udara di Sleman Yogyakarta, Dapat Voucher Jajan Juga!
4 Tempat Wisata di Kawasan Gunung Merapi yang Berudara Segar dan Mampu Menyegarkan Jiwa Raga
Jelajah Kuliner di Pasar Santa, Jakarta, Pilihannya Beragam Tidak Membosankan