Masing-masing memiliki peran spesifik, mulai dari tukang kayu, tukang concang sebagai pemberi aba-aba, hingga tukang onjai yang menjaga irama goyangan kapal agar stabil.
Baca Juga: Waspada Penipuan Rekrutmen, PT Elnusa Tbk Imbau Masyarakat Abaikan Akun Lowongan Palsu
Awalnya, perlombaan ini hanya diadakan oleh desa-desa di sepanjang Sungai Kuantan untuk memperingati hari-hari besar Islam.
Namun, setelah kemerdekaan, tradisi ini diangkat menjadi bagian dari perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia, sehingga kini acara puncaknya selalu dilangsungkan pada bulan Agustus.
Identitas dan Kebanggaan Kuansing
Baca Juga: Sehari Menjadi Siswa Sekolah di Kimino High School di Chiba, Jepang
Festival Pacu Jalur telah menjadi agenda budaya tahunan yang memperkuat solidaritas antarwarga.
Selain itu, acara ini juga menjadi magnet wisata dan ekonomi lokal, karena menarik minat wisatawan serta pelaku UMKM untuk ikut serta meramaikan.
Setiap elemen dalam festival ini mencerminkan semangat gotong royong dan kebanggaan masyarakat terhadap akar budayanya sendiri. ***
Artikel Terkait
5 Pantai Indah yang Menjadi Tujuan Wisata Bahari di Kepulauan Riau, Sebanyak-banyaknya Pengunjung Belum Pernah Overtourism
Pilihan Wisata Terbaik di Kepulauan Riau, dari Destinasi Alam Memukau hingga Surganya Belanja
Sisi Lain Pulau Bengkalis, Riau, yang Tidak Hanya Kaya Minyak, Juga Dianugerahi Keindahan Alam Memesona
4 Kuliner Khas Melayu Riau dengan Rasa Gurih dan Pedas yang Menggiurkan
Gerakannya Viral Jadi Tren Global, Apa Itu Pacu Jalur Riau?