Kabar BUMN - Setelah viralnya Pacu Jalur, beberapa orang mengeklaim budaya tersebut berasal dari negaranya.
Salah seorang wakil ketua komisi di DPR RI sampai angkat bicara dan menegaskan asal usul Pacu Jalur dari Indonesia.
Dilansir dari riau.go.id, budaya Pacu Jalur berasal dari Kabupaten Kuantan Singingi dan kabupaten sekitarnya di Riau.
Berikut sejarah dan fakta menarik budaya perlombaan tradisional dayung.
Baca Juga: Jangan Lupa Saksikan Festival Pacu Jalur di Riau yang Sedang Jadi Sorotan Dunia, Kapan?
1. Sampan dari kayu
Pacu Jalur merupakan perlombaan mendayung masyarakat Kepulauan Riau.
Dalam bahasa daerah Kuansing, pacu berarti lomba, sementara jalur adalah sampan.
Sampan yang digunakan terbuat dari kayu utuh yang diambil dari pohon besar di hutan.
Beberapa jenis yang sering dipakai adalah kayu meranti, kuras, benio, atau marsawa.
Baca Juga: 7 Jalur Pendakian Ramah Pemula di Pulau Jawa, Minim Tantangan dan Waktunya Relatif Singkat
2. Tradisi sejak abad 17
Pacu Jalur muncul di Rantau Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, sejak abad 17.
Daerah ini berada di sepanjang Sungai Kuantan.
Zaman dulu jalur atau sampan satu-satunya sarana transportasi termasuk untuk menjual hasil bumi.
Pada kesempatan istimewa, jalur digunakan masyarakat untuk sarana berlomba.
Artikel Terkait
Tidak Banyak yang Tahu tentang Kota dengan Julukan Bumi Sarimadu di Riau Ini Padahal Gudangnya Pemandangan Indah
Menikmati Eksotisme Pantai Payung di Kepulauan Riau
5 Pantai Indah yang Menjadi Tujuan Wisata Bahari di Kepulauan Riau, Sebanyak-banyaknya Pengunjung Belum Pernah Overtourism
Pilihan Wisata Terbaik di Kepulauan Riau, dari Destinasi Alam Memukau hingga Surganya Belanja
Sisi Lain Pulau Bengkalis, Riau, yang Tidak Hanya Kaya Minyak, Juga Dianugerahi Keindahan Alam Memesona
4 Kuliner Khas Melayu Riau dengan Rasa Gurih dan Pedas yang Menggiurkan