Apa Itu Diet IF? Simak Alasan Mengapa Pola Makan Ini Semakin Populer

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Jumat, 18 Juli 2025 | 22:00 WIB
Ilusrasi - Diet IF atau intermittent fasting makin populer karena fleksibel dan bantu turunkan berat badan. Kenali cara kerjanya dan manfaatnya di sini (Freepik/freepik)
Ilusrasi - Diet IF atau intermittent fasting makin populer karena fleksibel dan bantu turunkan berat badan. Kenali cara kerjanya dan manfaatnya di sini (Freepik/freepik)

Kabar BUMN - Dalam beberapa tahun terakhir, istilah diet IF atau intermittent fasting semakin sering terdengar, baik di kalangan pegiat kesehatan maupun masyarakat umum.

Pola makan ini diklaim dapat membantu menurunkan berat badan, memperbaiki metabolisme, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi tubuh.

Tapi sebenarnya, apa itu diet IF dan kenapa banyak orang memilih metode ini?

Baca Juga: Gerakan Pangan Murah Diluncurkan di 5.000 Titik, BULOG Tegaskan Komitmen Stabilkan Harga Beras

Memahami Konsep Diet IF

Intermittent fasting adalah pola makan yang mengatur waktu makan dan puasa dalam periode tertentu.

Berbeda dengan diet yang fokus pada jenis makanan tertentu, IF lebih menekankan pada kapan kamu makan, bukan apa yang kamu makan.

Baca Juga: Tujuh Puncak Tertinggi atau Seven Summits di Dunia yang Menjadi Hierarki Tertinggi Pendaki Profesional.

Metode ini terbagi dalam beberapa jenis, salah satunya yang paling populer adalah metode 16:8, berpuasa selama 16 jam dan makan dalam jendela waktu 8 jam

Contoh sederhana dari metode 16:8 adalah tidak makan apa pun mulai pukul 8 malam hingga 12 siang keesokan harinya.

Dalam rentang waktu puasa tersebut, tubuh tetap boleh mengonsumsi air putih, kopi hitam tanpa gula, atau teh tawar.

Baca Juga: Telkomsigma Perkuat Transformasi Digital Industri Lewat Solusi Generative AI yang Aman

Mengapa Banyak Orang Memilih Diet IF?

Ada beberapa alasan mengapa diet ini banyak diminati. Pertama, IF dianggap lebih fleksibel karena tidak mengharuskan seseorang menghindari jenis makanan tertentu. Ini membuatnya lebih mudah diterapkan dalam jangka panjang.

Selain itu, banyak orang merasakan peningkatan energi dan fokus selama menjalani fase puasa.

Baca Juga: Inisiatif Pelatihan Sasirangan Dorong Ekonomi Kreatif di Desa Masukau

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini