5 Daftar Negara yang Paling Sedikit Dikunjungi Traveler, Jauh dari Overtourism

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Minggu, 20 Juli 2025 | 11:30 WIB
Berlokasi di antara Austria dan Swiss, traveler ke negara Leichtenstein masih jauh lebih sedikit dibandingkan keduanya.  (Pexels)
Berlokasi di antara Austria dan Swiss, traveler ke negara Leichtenstein masih jauh lebih sedikit dibandingkan keduanya. (Pexels)

Baca Juga: Menikmati Panorama Kota Samarinda dari Tebing Lonceng, Spot Hits di Ketinggian

3. Sao Tome and Principe
Negara di pantai barat Afrika masih jarang diketahui sehingga tidak banyak turis mancanegara.

Sao Tome and Principe merupakan negara kedua terkecil di Afrika dan penduduknya pun paling sedikit.

Infrastrukturnya masih sulit, orang yang sudah berkunjung, mengatakan negara pulau ini sangat cantik.

Pemandangan alamnya masih alami. Ada Pantai Praia dos Tamarindos dan Praia Piscina, juga Taman Nasional Obo.

Baca Juga: Malioboro Kini Punya Becak Listrik, Yuk Keliling sekaligus Coba Wisata Baru yang Eco-Friendly!

Guyana punya pemandangan alam hutan tropis yang indah. Salah satu yang terkenal Air Terjun Kaieteur. (thecrazytourist.com)

4. Guyana
Kawasan Amerika Selatan merupakan destinasi favorit pelancong internasional. Tidak dengan Guyana.

Negara kecil di Amerika Selatan ini jarang dilirik. Lokasinya diapit antara Venezuela dan Suriname.

Guyana punya pemandangan alam hutan tropis yang indah. Salah satu yang terkenal Air Terjun Kaieteur.

Sayangnya infrastrukur Guyana masih terbatas, jumlah penginapan dan ketersediaan air bersih pun kurang.

Baca Juga: Menapaki Lembah Dieng di Pasuruan, Lanskap Cekungan Hijau yang Sempat Viral di Medsos

5. Liechtenstein
Lokasinya di antara Austria dan Swiss.

Negara kerajaan ini juga sangat kecil dan banyak yang bilang pemandangannya sedikit mirip dengan dua negara tetangganya.

Liechtenstein merupakan negara maju dan infrastrukturnya sudah bagus.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: telegraph.co.uk

Tags

Artikel Terkait

Terkini