Sejarah Panjat Pinang: Dari Hiburan Kolonial hingga Simbol Persatuan di Hari Kemerdekaan

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Sabtu, 9 Agustus 2025 | 22:00 WIB
Ilustrasi - Sejarah panjat pinang yang jadi perlombaan saat Hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus (Freepik/freepik)
Ilustrasi - Sejarah panjat pinang yang jadi perlombaan saat Hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus (Freepik/freepik)

Kabar BUMN - Setiap tanggal 17 Agustus, berbagai sudut Nusantara gemuruh oleh sorak-sorai dan keriangan lomba panjat pinang.

Di balik tawa dan kegembiraan itu, tersimpan cerita panjang sejarah dan filosofi yang dalam.

Baca Juga: Sejarah dan Isi Lengkap Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Asal-usul dalam Bayang Penjajahan

Lomba panjat pinang sejatinya bukan tradisi asli Indonesia.

Permainan ini diperkenalkan sejak masa koloni Belanda—dulu dikenal sebagai de klimmast—dan biasa digelar saat perayaan besar seperti ulang tahun Ratu Belanda.

Para warga pribumi yang menjadi peserta berlomba memanjat batang pinang yang dilumuri pelumas untuk meraih hadiah berupa sembako atau pakaian—barang yang tergolong mewah bagi mereka.

Tradisi ini menjadi tontonan bagi para penjajah, mencerminkan ketimpangan zamannya.

Baca Juga: Cuma Rp80! Tarif Spesial Semua Transportasi Umum Jakarta di Hari Kemerdekaan

Akar Budaya yang Mendunia

Tak hanya Belanda, akar permainan ini juga ditemukan dalam tradisi Tionghoa, khususnya dari era Dinasti Ming dan Qing dengan permainan bernama qiang-gu.

Meski kemudian sempat dilarang karena risikonya, praktik serupa masih dipelihara di Taiwan.

Baca Juga: Quotes Bahasa Inggris yang Cocok untuk Rayakan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-80

Transformasi Makna Pascakemerdekaan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini