Kabar BUMN - Setiap tanggal 17 Agustus, berbagai sudut Nusantara gemuruh oleh sorak-sorai dan keriangan lomba panjat pinang.
Di balik tawa dan kegembiraan itu, tersimpan cerita panjang sejarah dan filosofi yang dalam.
Baca Juga: Sejarah dan Isi Lengkap Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Asal-usul dalam Bayang Penjajahan
Lomba panjat pinang sejatinya bukan tradisi asli Indonesia.
Permainan ini diperkenalkan sejak masa koloni Belanda—dulu dikenal sebagai de klimmast—dan biasa digelar saat perayaan besar seperti ulang tahun Ratu Belanda.
Para warga pribumi yang menjadi peserta berlomba memanjat batang pinang yang dilumuri pelumas untuk meraih hadiah berupa sembako atau pakaian—barang yang tergolong mewah bagi mereka.
Tradisi ini menjadi tontonan bagi para penjajah, mencerminkan ketimpangan zamannya.
Baca Juga: Cuma Rp80! Tarif Spesial Semua Transportasi Umum Jakarta di Hari Kemerdekaan
Akar Budaya yang Mendunia
Tak hanya Belanda, akar permainan ini juga ditemukan dalam tradisi Tionghoa, khususnya dari era Dinasti Ming dan Qing dengan permainan bernama qiang-gu.
Meski kemudian sempat dilarang karena risikonya, praktik serupa masih dipelihara di Taiwan.
Baca Juga: Quotes Bahasa Inggris yang Cocok untuk Rayakan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-80
Transformasi Makna Pascakemerdekaan
Artikel Terkait
Cuma Rp80! Tarif Spesial Semua Transportasi Umum Jakarta di Hari Kemerdekaan
Rayakan Kemerdekaan RI, Ini Promo Istimewa DAMRI, Harganya Lebih Terjangkau
Rayakan Hari Kemerdekaan di Puncak Gunung! Ini Tips Aman dan Seru untuk Pendaki Pemula
Quotes Bahasa Inggris yang Cocok untuk Rayakan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-80
Sejarah dan Isi Lengkap Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia