Per Hari Ini! Festival Pacu Jalur 2025 Resmi Dimulai di Kuantan Singingi

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Rabu, 20 Agustus 2025 | 08:30 WIB
Per hari ini, Festival Pacu Jalur 2025 resmi dimulai di Kuantan Singingi. Dari tradisi sungai hingga festival budaya, simak pesona dan sejarahnya. (wonderfulimages.kemenparekraf.go.id via lensa44.com)
Per hari ini, Festival Pacu Jalur 2025 resmi dimulai di Kuantan Singingi. Dari tradisi sungai hingga festival budaya, simak pesona dan sejarahnya. (wonderfulimages.kemenparekraf.go.id via lensa44.com)

Kabar BUMN - Tradisi budaya terbesar di Riau akhirnya resmi dimulai hari ini.

Festival Pacu Jalur 2025 digelar mulai Rabu (20/8/2025) hingga Minggu (24/8/2025) di Tepian Narosa, Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi.

Antusiasme masyarakat diprediksi akan sangat besar, terlebih setelah nama seorang bocah penari pacu jalur viral di media sosial dan menarik perhatian hingga ke luar negeri.

Baca Juga: Nawa Majika: Masuk ke Dunia Imersif Baru di Museum Mandiri, Selfie Dijamin Hits!

Dari Transportasi Sungai ke Ajang Budaya

Sejarah pacu jalur berawal dari fungsi perahu besar berbahan kayu utuh yang dulu digunakan masyarakat sebagai transportasi di Sungai Kuantan.

Jalur ini mampu menampung hingga puluhan orang dan biasa dipakai untuk mengangkut hasil bumi seperti pisang, tebu, maupun kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga: Tiga Hari Penyelenggaraan BNI wondrX 2025, Pengunjung Mencapai 80 Ribu Orang, Transaksi Tembus Rp2,5 Triliun

Lambat laun, jalur tidak hanya berperan sebagai sarana angkut, melainkan juga simbol kebanggaan yang dihias indah dengan ukiran serta ornamen khas.

Cikal Bakal Tradisi Perlombaan

Masyarakat kemudian menemukan daya tarik lain dari jalur, yaitu kecepatan saat dikayuh.

Baca Juga: Obat-obatan Penting yang Paling Wajib Dibawa Saat Traveling untuk Pertolongan Pertama

Dari sinilah lahir tradisi pacu jalur yang awalnya hanya digelar antar kampung untuk merayakan hari besar Islam.

Setelah Indonesia merdeka, perlombaan ini rutin dilaksanakan setiap bulan Agustus sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pacu Jalur di Era Kolonial

Baca Juga: Penuhi Kebutuhan Fondasi, WSBP Suplai 112 Spun Pile untuk RSIJ Pondok Kopi

Menariknya, pada masa kolonial Belanda, pacu jalur pernah dijadikan acara khusus untuk memperingati hari lahir Ratu Wilhelmina pada 31 Agustus.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini