4 Olahraga Tradisional Asia Tenggara yang Masih Dipertandingkan Sampai Sekarang

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Minggu, 24 Agustus 2025 | 21:00 WIB
Boak cham bab dari Kamboja mengombinasikan gulat dan menari, sehingga pemainnya tidak hanya bisa bergulat tapi juga menari.   (gocambodia.tours)
Boak cham bab dari Kamboja mengombinasikan gulat dan menari, sehingga pemainnya tidak hanya bisa bergulat tapi juga menari. (gocambodia.tours)

Perahu diisi 44 - 55 orang dan setiap perahu harus bertanding menyusuri jalur sungai sepanjang 500 meter.

Konsepnya mirip Pacu Jalur di Indonesia.

Pertandingan ruea hang yao menjadi salah satu pertandingan tahunan yang ditunggu warga dan turis.

Biasanya diadakan antara bulan September dan Oktober.

Baca Juga: Candi Prambanan Tetap Buka di Hari Senin, Ini Bedanya Akses Reguler dan Spesial

Jemparingan tradisi unik yang sudah berlaku sejak zaman kerajaan Mataram. (mediacenter.temanggungkab.go.id)

3. Jemparingan
Ini olahraga memanah sambil duduk bersila yang berasal dari Yogyakarta dan Solo.

Jemparingan tradisi unik yang sudah berlaku sejak zaman kerajaan Mataram.

Kemudian dilanjutkan Keraton Yogyakarta dan Keraton Solo.

Alat panah yang digunakan sedikt berbeda dengan panahan modern.

Baca Juga: Tempat Makan Murah Meriah Di Sekitar Stasiun Gambir, Paling Jauh Hanya 10 Menit dari Stasiun

Busur dan anak panah terbuat dari bambu. Sementara sasarannya dari kain berisi jerami.

Saat ini jemparingan kembali naik daun dan banyak anak muda yang tertarik mencoba.

Di Yogyakarta dan Solo terdapat sejumlah tempat belajar jemparingan.

Baca Juga: Pulau Pribadi di Indonesia yang Bisa Diinapi, Semakin Jauh dan Terpencil, Semakin Sepi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: explore.airasia.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini