Menelurusi Jejak Peninggalan Kerajaan Banjar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 25 Agustus 2025 | 07:00 WIB
Masjid Sultan Suriansyah merupakan masjid tertua kebanggaan warga Banjarmasin yang didirikan Sultan Suriansyah tahun 1526-1550.  (Google/Waldy Boy)
Masjid Sultan Suriansyah merupakan masjid tertua kebanggaan warga Banjarmasin yang didirikan Sultan Suriansyah tahun 1526-1550. (Google/Waldy Boy)

Bangunan terdiri atas 17 tiang yang melambangkan 17 rakaat dalam shalat fardhu sehari semalam.

Masjid dilengkapi 41 pintu yang memudahkan jamaah masuk.

Baca Juga: Menyingkap Pantai Rindu Samudra, Negeri Dongeng di Sambas yang Tawarkan Nuansa Ala Korea di Tepi Pantai

Kitab Salbilal Muhtadin saat ini disimpan di Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Banjarmasin. (tafsiralquran.id)

3. Kitab Salbilal Muhtadin
Sultan Tahmidullah II (1761-1801) memberikan perhatian besar pada perkembangan agama Islam.

Pada masa kekuasaannya, sultan meminta Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari untuk menulis kitab hukum fikih.

Kitab Sabilal Muhtahdin itu ditulis dalam bahasa Melayu dan menjadi panduan perkembangan Islam di Kalimantan Selatan.

Saat ini kitab disimpan di Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Banjarmasin.

Baca Juga: Waspadai Hewan Beracun yang Sering Ditemukan Ketika Snorkeling dan Menyelam

4. Makam Sultan Suriansyah
Di dekat masjid Sultan Suriansyah terdapat makan Sultan Suriansyah.

Sultan Suriansyah merupakan penguasa Banjar pertama yang menganut agama Islam.

Banyak warga Kalimantan Selatan yang sering berziarah ke makam Sultan Suriansyah.

Makam berlokasi di jalan Kuin Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara, Banjarmasin.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini