Ada juga pilihan menelusuri pantai dengan sampan kolek khas Melayu, menyusuri rute dari Batu Kapal hingga Senubing yang penuh pemandangan alami.
Meski fasilitas wisata seperti area parkir, kuliner, atau gardu pandang masih terbatas, pesona Batu Sindu tetap memikat banyak orang.
Hanya butuh sekitar 10 menit perjalanan dari pusat Ranai dengan kendaraan roda dua maupun empat, meski jalan yang menanjak dan sempit menuntut pengunjung lebih berhati-hati.
Begitu sampai, semua rasa lelah terbayar oleh keindahan panorama yang menghipnotis, serta legenda yang membuat pengalaman di Batu Sindu semakin berkesan.***
Artikel Terkait
Uniknya Batu Layar di Teluk Ambon, Maluku, Kembangan Terakhir Sebelum Terdampar Karena Dikutuk
Tambang Batu Randubang, Bekas Tambang di Wonogiri yang Kini Menjelma Jadi Tempat Wisata Bak Negeri Dongeng
Perpaduan Hijau, Hutan, dan Air Sungai yang Jernih di Batu Badinding, Kalimantan Selatan
Mendaki Batu Balocci yang Menjulang, Alam Pangkep Jadi Layar Fotografi Alam
Goa Pinus, Jejak Jepang yang Bertransformasi Jadi Destinasi Favorit di Kota Batu