Di Desa Sidetapa, orang bisa mengunjungi Bale Gajah Tumpang Salu, rumah adat kuno yang berdiri sejak 785 M.
Baca Juga: 5 Spot Foto Paling Hits di Pictniq Gunungkidul, Seolah Keliling Dunia Sekejap
Bangunannya terbuat dari tanah dengan 12 tiang peyangga dari kayu.
Di dalamnya ada beberapa bagian yang diberi nama Tri Mandala, tempat sembahyang.
Desa ini juga terkenal dengan kerajinan anyaman bambu.
Baca Juga: Ragam Kuliner Bontang, Kalimantan Timur, yang Paling Populer Tentu Gammi Bawis
4. Desa Trunyan
Lokasinya di sebelah timur Danau Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.
Untuk sampai ke desa ini harus menyeberang menggunakan perahu.
Penduduk Desa Trunyan juga keturunan Bali Aga, tetapi dengan adat istiadat yang berbeda lagi.
Adat istiadat yang unik dan mengundang rasa penasaran orang di luar Desa Trunyan adalah tradisi penguburannya.
Baca Juga: Keindahan Pantai Eksotis Berpenghuni Lumba-Lumba, Primadona Wisata di Aceh
Masyarakat Desa Trunyan tidak mengubur atau membakar jenazah.
Semua diletakkan di tanah dan bawah pohon taru menyan atau pohon kemenyan.
Konon karena ditaruh di situ jadi tidak menimbulkan bau.***
Artikel Terkait
Wisata ke Kampung Di Atas Awan Wae Rebo, Desa Adat yang Tak Tergoyahkan Dengan Modernisasi
Pesona Desa Wisata Penglipuran Bali, Desa Adat yang Dinobatkan Sebagai Desa Terbersih hingga Konsep Tri Mandala
Dukung Community Based Tourism, ITDC Salurkan Bantuan Tempat Sampah untuk Tiga Desa Adat di Benoa, Bali
Terlempar ke Masa Lalu di Desa Wisata Sade, Desa Adat Suku Sasak yang Berumur 1.500 Tahun
Desa Adat Bubohu, Pesantren Alam dan Tempat Belajar Sejarah Kerajaan Gorontalo