4 Desa Adat di Bali dengan Cerita dan Keunikannya Masing-masing

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 10 September 2025 | 13:00 WIB
Aktivitas warga di Desa Penglipuran, Bali (Jennaira)
Aktivitas warga di Desa Penglipuran, Bali (Jennaira)

Di Desa Sidetapa, orang bisa mengunjungi Bale Gajah Tumpang Salu, rumah adat kuno yang berdiri sejak 785 M.

Baca Juga: 5 Spot Foto Paling Hits di Pictniq Gunungkidul, Seolah Keliling Dunia Sekejap

Bangunannya terbuat dari tanah dengan 12 tiang peyangga dari kayu.

Di dalamnya ada beberapa bagian yang diberi nama Tri Mandala, tempat sembahyang.

Desa ini juga terkenal dengan kerajinan anyaman bambu.

Baca Juga: Ragam Kuliner Bontang, Kalimantan Timur, yang Paling Populer Tentu Gammi Bawis

Deretan tulang belulang warga yang dimakamkan dengan tradisi dan adat istiadat Desa Trunyan. (sales-sandiegohills.com via m-kuta.com)

4. Desa Trunyan
Lokasinya di sebelah timur Danau Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.

Untuk sampai ke desa ini harus menyeberang menggunakan perahu.

Penduduk Desa Trunyan juga keturunan Bali Aga, tetapi dengan adat istiadat yang berbeda lagi.

Adat istiadat yang unik dan mengundang rasa penasaran orang di luar Desa Trunyan adalah tradisi penguburannya.

Baca Juga: Keindahan Pantai Eksotis Berpenghuni Lumba-Lumba, Primadona Wisata di Aceh

Masyarakat Desa Trunyan tidak mengubur atau membakar jenazah.

Semua diletakkan di tanah dan bawah pohon taru menyan atau pohon kemenyan.

Konon karena ditaruh di situ jadi tidak menimbulkan bau.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: sensusadat.baliprov.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini