Kabar BUMN - Keteguhan masyarakat Bali mempertahankan adat istiadat dan tradisi bisa dilihat di seluruh kehidupannya.
Terlebih bila mengunjungi daerah atau desa di Bali yang dinobatkan menjadi desa adat.
Desa adat di Bali ini memegang teguh adat istiadatnya dan kuat menghindari pengaruh dari luar.
Di Bali terdapat beberapa desa adat dengan cerita dan keunikannya masing-masing.
Baca Juga: Mau ke Hutan Pinus Mangunan Bantul? Ini Rute Mudah ke Sana!
1. Desa Penglipuran
Nama Penglipuran berasal dari Pengeling Pura yang berarti mengenang para leluhur.
Ini menandakan penghormatan mendalam terhadap nenek moyang.
Sementara tata ruang desa masih mempertahankan filosofi Tri Hita Karana.
Satu filosofi yang mengedepankan keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan.
Baca Juga: Modal Rp3 Ribu Bisa Menikmati View Ala New Zealand di Kawah Wurung, Bondowoso
Kebersihan lingkungan dan harmoni manusia dengan alam sangat terasa di Desa Penglipuran.
Bentuk rumah penduduk semuanya seragam dan terhubung dengan sebuah lorong.
Masuk ke tempat ini pengunjung harus berjalan kaki. Kendaraan di parkir di pintu masuk desa.
Desa ini berlokasi di kaki Gunung Batur, kelurahan Kubu, Kabupaten Bangli.
Artikel Terkait
Wisata ke Kampung Di Atas Awan Wae Rebo, Desa Adat yang Tak Tergoyahkan Dengan Modernisasi
Pesona Desa Wisata Penglipuran Bali, Desa Adat yang Dinobatkan Sebagai Desa Terbersih hingga Konsep Tri Mandala
Dukung Community Based Tourism, ITDC Salurkan Bantuan Tempat Sampah untuk Tiga Desa Adat di Benoa, Bali
Terlempar ke Masa Lalu di Desa Wisata Sade, Desa Adat Suku Sasak yang Berumur 1.500 Tahun
Desa Adat Bubohu, Pesantren Alam dan Tempat Belajar Sejarah Kerajaan Gorontalo