Kuliner Khas Osing, Banyuwangi, Agak Berbeda dengan Kuliner Jawa Kebanyakan

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 17 September 2025 | 10:00 WIB
Berbeda dengan pecel kebanyakan. Pecel pitik terbuat dari ayam kampung yang dipanggang sampai setengah matang, disuwir, lalu diberi parutan kelapa sangrai.  (Facebook/Nina Susilowati)
Berbeda dengan pecel kebanyakan. Pecel pitik terbuat dari ayam kampung yang dipanggang sampai setengah matang, disuwir, lalu diberi parutan kelapa sangrai. (Facebook/Nina Susilowati)

Salah satu tempat ayam kesrut terkenal adalah Waroeng Ayam Kesrut Kanggo Riko.

Baca Juga: Ragam Hidangan dengan Unsur Matcha di Kyoto, Varian Menunya Lebih Unik dari Lainnya

Banyak yang masih memasak bolu klemben dengan kayu bakar dan serabut. (Cookpad/Widjie Astuti via tugujatim.id)

3. Kue klemben
Kue ini terbuat dari gula, terigu, dan telur, yang dikocok menjadi satu lalu dipanggang pada cetakan.

Cetakan itu berbentuk cangkang kerang. Proses pemangangannya menggunakan bengahan (tungku tanah).

Bagian atas loyang ditutup seng yang ditaruh sabut kelapa bakar sehingga menghasilkan aroma yang khas.

Kue klemben merupakan salah satu oleh-oleh yang bisa didapatkan di Desa Wisata Adat Osing Kemiren.

Baca Juga: Nikmati Serunya Camping di Alam Terbuka, Ini Tips Bertahan Tanpa Fasilitas Penunjang

Nasi tempong mirip nasi rames. Bedanya di penggunaan sambal tempong yang sangat pedas. (indopop.id)

4. Nasi tempong
Dalam bahasa Osing, tempong artinya tampar.

Ini karena rasanya sangat pedas sehingga yang memakannya seperti mendapat tamparan.

Nasi tempong mirip nasi rames. Bedanya di penggunaan sambal tempong yang sangat pedas.

Nasinya sendiri terdiri dari nasi putih, tempe, tahu, ikan, dan sayur rebus, seperti bayam, daun singkong dan kenikir.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini