Kuliner Yogyakarta Ini Sudah Disajikan Sejak Zaman Kerajaan Mataram

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Jumat, 19 September 2025 | 13:00 WIB
Gudeg khas Yogyakarta sudah ada sejak zaman Mataram Kuno, sekitar abad ke 14, bahkan tercatat di Serat Centini. (Cookpad)
Gudeg khas Yogyakarta sudah ada sejak zaman Mataram Kuno, sekitar abad ke 14, bahkan tercatat di Serat Centini. (Cookpad)

2. Kipo
Jajanan pasar ini sudah langka tapi masih bisa ditemukan di pasar tradisional di Kotagede.

Kipo jajanan favorit para bangsawan pada zaman Mataram Islam yang banyak tinggal di daerah Kotagede.

Namanya diambil dari potongan kata bahasa Jawa 'iki opo', yang artinya ini apa.

Baca Juga: Ekowisata Kali Talang, Spot Instagramable di Klaten dengan Panorama Megah Gunung Merapi

Kipo terbuat dari ketan yang diberi pewarna dari daun suji hingga berwarna hijau.

Adonan diberi isian enten-enten – campuran kelapa parut dan gula merah.

Bentuknya pipih dan berukuran kecil. Setelah itu adonan dipanggang sehingga hijau sedikit gosong.

Rasanya manis dan saat digigit terasa kenyal dan empuk.

Baca Juga: Stone Park Turunan, Menjejak Awan dari Perbukitan Gunungkidul

Delapan sisi kembang waru mencerminkan perilaku pemimpin ideal yang merupakan personifikasi delapan elemen alam. (Visiting Jogja via haijogja.com)

3. Kembang waru
Kue tradisional ini bentuknya terinspirasi dari daun pohon waru, yang bersisi delapan.

Delapan sisi ini mencerminkan perilaku pemimpin ideal dengan personifikasi delapan elemen alam.

Yakni, tanah, air, angin, api, matahari, bulan, bintang, dan langit.

Kembang waru sudah ada sejak zaman Mataram Islam dan sampai sekarang masih favorit warga Kotagede.

Baca Juga: Pantai Pelang, Tempat Wisata Komplit di Trenggalek yang Tawarkan View Laut, Sendang, hingga Air Terjun

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini