Ayano terinspirasi untuk menambahkan boneka-boneka di berbagai sudut desa.
Kebetulan pula jumlah penduduk di desa sangat sedikit dan terasa sepi.
Adanya boneka ini menggantikan sosok orang betulan.
Total ada sekitar 200 boneka yang tersebar di seluruh desa.
Boneka didandani dengan berbagai busana, sesuai dengan umur dan profesi.
Ayano sengaja mengatur posisi boneka seperti sedang melakukan aktivitas tertentu.
Ada petani yang berladang, pengendara sepeda, remaja menunggu bus, pelajar yang belajar di sekolah dan banyak lagi.
Baca Juga: 5 Destinasi Wisata Dalam Negeri Paling Seru untuk Libur Nataru 2025/2026
Berburu boneka
Begitu banyaknya boneka yang tersebar, pengunjung yang datang bisa berburu keberadaan boneka.
Ada daftar jumlah dan spot di mana saja boneka berada.
Setiap boneka punya nama dan cerita unik dibalik pembuatannya.
Baca Juga: Menyegarkan Pikiran di Curug Cina, Hidden Gem di Subang yang Cocok untuk Dikunjungi Saat Cuaca Panas
Ini menjadi satu aktivitas menarik tersendiri.
Desa Nagoro juga setiap tahun mengadakan Festival Scarecrows yang berlangsung di minggu pertama bulan Oktober.
Artikel Terkait
Shukubo, Jenis dan Fasilitas Penginapan di Jepang yang Sulit Ditemukan di Negara Lain
Koleksi Kekayaan Seni Kerajinan Tangan Jepang dari Kota Pembuatnya Langsung
Pahami! Ini Aturan Baru Berwisata ke Jepang Tahun 2025, Pastinya Biaya Liburan Kini Semakin Mahal
Sejarah dan Ragam Mochi Jepang, Bentuknya Tidak Selalu Bulat
Pesta Mochi di Ichinoseki City, Jepang, Kota dengan Ratusan Varian Mochi Lezat dan Unik
Unagi, Hanya Mirip, Kuliner khas Jepang Ini Sejatinya Bukan Belut