Baca Juga: Tempat Makan Masakan Padang di Singapura, Bumbu dan Rasanya Autentik
3. Gukhwa-cha
Dikenal juga dengan teh kembang atau teh chrysanthenum, teh ini juga populer hingga ke Tiongkok.
Orang Korea sering menggunakan teh chrysanthenum sebagai pengganti teh camomile.
Teh ini berwarna kuning terang dengan aroma bunga yang tajam. Bisa diracik dingin atau panas.
Gukhwa-cha sering dipadukan dengan dessert tradisional Korea Selatan, dasik dan yakwa.
Baca Juga: Cek Jadwal & Harga Tiket Immersive Lawang Sewu, Cara Seru Menyelami Sejarah Semarang
4. Gamnip-cha
Teh ini terbuat dari daun buah persimmon atau kesemek. Rasanya sedikit manis dengan aroma buah.
Daun yang sudah dikeringkan disiram air panas sampai berubah warna menjadi orange bening.
Gamnip-cha mengandung vitamin C dan tidak mengandung kafein.
Minuman yang populer di musim gugur ini sering dijadikan obat meningkatkan imunitas tubuh.
5. Ssu-cha
Ini teh dari daun mugwort (sejenis kenikir) yang tumbuh subur di Korea Selatan.
Daun mugwort sering ditambahkan pada sup dan digunakan untuk bahan membuat kue beras.
Sementara daunnya teh yang dianggap baik untuk pencernaan, anti oksidan dan baik untuk kulit.
Ssu-cha sering dikonsumsi untuk mencegah batuk pilek dan mengurangi rasa nyeri.***
Artikel Terkait
4 Jenis Teh dari Inggris, dari Dalam Keluarga Kerajaan dan Bangsawan Hingga Kini Mendunia
4 Budaya Minum Teh dari Beberapa Negara yang Sudah Menjadi Tradisi Turun-temurun
Chado, Tatkala Minum Teh Menjadi Ritual Filosofis nan Elegan di Kelompok Bangsawan Jepang
Wisata ke Kota Penghasil Teh Hijau dan Matcha Terbaik di Jepang, Uji, Sepi Menenangkan
4 Jenis Teh Termahal di Dunia, Ada yang Karena Langka, Prosesnya Sulit, atau Kemasannya yang Spektakuler