Kabar BUMN - Masyarakat Jepang mengenal tradisi minum teh atau diistilahkan dengan chado.
Chado sudah banyak dipraktikkan sejak ribuan tahun lalu, diawali dari kalangan istana.
Dulu pun chado hanya diperuntukkan bagi tamu agung, sekarang sudah menjadi atraksi wisata juga.
Orang berani bayar mahal untuk ikuti tradisi yang sering dilakukan di chado tea house, seperti di Kyoto dan Uji.
Baca Juga: Tahun Baru di Jepang, Berikut 5 Kota Terbaik untuk Merayakannya
Pengaruh dari zen buddha
Upacara minum teh di Jepang sangat dipengaruhi filosofi Zen Buddha.
Tradisi ini pertama kali dibawa pendeta Buddha, Eisai dari Tiongkok pada abad ke 12.
Pada masa itu matcha (bubuk teh hijau) hanya digunakan di kuil.
Baca Juga: 4 Tempat di Jepang yang Direkomendasikan Dikunjungi Pencinta Kisah dan Sejarah Samurai
Ini untuk membantu para pendeta Buddha tetap terjaga saat meditasi.
Pada perkembangannya matcha menyebar luas dan digunakan sebagai simbol kemewahan.
Lalu di abad 13-15, seni menyajikan teh dikembangkan jadi upacara minum teh.
Tetapi hanya diperuntukan bagi para bangsawan atau tamu penting.
Baca Juga: Tindakan yang Dianggap Wajar Turis di Jepang Tetapi Membuat Shock Warga Setempat
Artikel Terkait
Kenali Manfaat Macha Tea, Lebih Hebat Dari Teh Hijau
Pantjoran Tea House, Tempat Menikmati Teh Sambil Belajar Tata Cara Minum Teh yang Benar
Ber-Tea Culture di Tanagaia Heritage Tea Spesialist, Nikmati Artisan Tea dengan Cita Rasa Nusantara
4 Jenis Teh dari Inggris, dari Dalam Keluarga Kerajaan dan Bangsawan Hingga Kini Mendunia
4 Budaya Minum Teh dari Beberapa Negara yang Sudah Menjadi Tradisi Turun-temurun
Agar Seelegan Bangsawan Saat Menikmati Afternoon Tea, Ini Etika yang Perlu Dipahami