Kuliner ini dijual dalam kemasan boks berisi 5-8 buah.
Pancake durian lebih nikmat kalau dimakan dalam keadaan dingin.
Baca Juga: Tempat Berendam yang Konon Membawa Keberuntungan, Ada di Klaten Loh!
4. Ombus-ombus
Betuknya seperti lontong, dibungkus daun pisang, tetapi dibuat dari tepung beras, kelapa parut, dengan isian gula merah.
Adonan kemudian dikukus hingga matang. Hasilnya, tekstur yang lembut dan manis.
Ombus-ombus dijual dalam keadaan panas. Ombus-ombus sendiri berarti "tiup-tiup" dalam bahasa Batak.
Nama ini berasal dari cara menikmatinya yang harus ditiup terlebih dahulu karena disajikan panas.
Baca Juga: Tempat Wisata di Wang Nam Khiao, Daerah Pengunungan Seindah Swiss di Thailand
5. Kue bangkit
Kue bangkit terbuat dari tepung sagu, santan, telur dan gula pasir yang dipanggang.
Dinamakan kue bangkit karena setelah dipanggang, adonannya bangkit atau menjadi lebih besar dua kali lipat.
Cita rasanya manis dan kue lumer di mulut. Kue ini selalu jadi hidangan saat perayaan Idul Fitri.
Kue bangkit juga bisa ditemukan di Riau dan Johor, Malaysia.***
Artikel Terkait
6 Oleh-oleh Khas Singkawang, Sulit Ditemukan di Tempat Lain, Terlebih di Luar Pulau
5 Oleh-oleh Khas Banjarmasin, Didominasi Kuliner dari Bahan Dasar Ikan
Jajanan Tradisional Tegal Favorit Masyarakat Lokal, Beberapa Bisa Dibawa untuk Oleh-oleh
Terobosan Baru, KAI Services Hadirkan Gerbong Oleh-Oleh di Tiga Titik Sentral Laju Penumpang
Rekomendasi Pie Susu yang Favorit Pelancong untuk Oleh-Oleh dari Bali
Berburu Buah Tangan dari Kota Solo? Ini 5 Oleh-oleh yang Bisa Kamu Pertimbangkan