Etika Mendaki Gunung yang Wajib Diketahui Pendaki Pemula, Perhatikan Agar Tidak Salah Langkah

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Sabtu, 1 November 2025 | 22:00 WIB
Ranu Kumbolo, danau yang jadi spot camping favorit para pendaki Gunung Semeru. (wonderfulimages.kemenparekraf.go.id)
Ranu Kumbolo, danau yang jadi spot camping favorit para pendaki Gunung Semeru. (wonderfulimages.kemenparekraf.go.id)

Kabar BUMN - Mendaki gunung bukan sekadar kegiatan menaklukkan ketinggian, melainkan juga perjalanan spiritual dan rasa hormat terhadap alam.

Namun, seiring meningkatnya tren pendakian di kalangan milenial dan Gen Z, isu tentang etika mendaki menjadi semakin penting.

Tak sedikit kasus kerusakan lingkungan terjadi akibat kelalaian para pendaki, mulai dari sampah yang berserakan hingga perusakan ekosistem alami.

Bagi para pendaki baru, memahami etika mendaki adalah langkah pertama untuk menikmati keindahan alam tanpa meninggalkan jejak negatif.

Berikut panduan penting agar pendakian tetap aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Baca Juga: Berombak Tenang, Pantai Banyu Meneng di Malang Cocok untuk Menenangkan Jiwa Raga

1. “Leave No Trace” — Jangan Tinggalkan Apa Pun Selain Jejak Kaki

Prinsip dasar bagi setiap pendaki adalah tidak meninggalkan sampah.

Semua barang yang dibawa ke gunung harus dibawa turun kembali.

Sampah plastik, bungkus makanan, dan puntung rokok adalah musuh utama kelestarian gunung.

Pendaki disarankan membawa kantong khusus untuk menampung sampah pribadi maupun kelompok.

Baca Juga: Musim Hujan, Jaga Imunitas Tubuh agar Tak Gampang Kena Pilek dengan Cara Alami Ini

2. Hormati Flora dan Fauna

Gunung adalah rumah bagi banyak makhluk hidup.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini