Kuliner Solo yang Dapat Pengaruh Kuat dari Budaya Tiongkok

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 3 November 2025 | 10:00 WIB
Timlo dari tempat makan Maestro, Solo. (Jennaira)
Timlo dari tempat makan Maestro, Solo. (Jennaira)

Kue moho disebut juga kue hwat kwee, bentuknya mirip bolu kukus, tapi teksturnya lebih padat. Rasanya mirip bakpao. (Resep Koki via inidata.id)

3. Kue moho
Kue moho merupakan kue yang selalu hadir di perayaan Imlek ataupun untuk sesajen masyarakat Tionghoa.

Disebut juga kue hwat kwee, bentuknya mirip bolu kukus, tapi teksturnya lebih padat. Rasanya mirip bakpao.

Kue ini dibuat dari tepung terigu dan tapai. Setelah didiamkan 12 jam, diberi terigu, gula, dan cokelat meses.

Adonan kemudian dituangkan pada cetakan bolu dan dikukus selama 30 menit.

Baca Juga: Quietcation, Tren Wisata Terbaru Jelang Akhir 2025 dengan Konsep Mencari Ketenangan

Wedang ronde (cookpad)

4. Wedang ronde
Wedang ronde aslinya bernama Tangyuan atau yangxiao. Ini selalu dihidangkan pada Festival Lampion dan Imlek.

Tangyuan artinya bulatan-bulatan dalam sup. Bulatannya dari tepung ketan yang diberi isi kacang tanah dan gula.

Pembeda tangyuan dengan wedang ronde adalah airnya.

Airnya sudah diadaptasi dengan selera lokal, yaitu dari jahe, gula merah, dan daun pandan.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini