3. Kue moho
Kue moho merupakan kue yang selalu hadir di perayaan Imlek ataupun untuk sesajen masyarakat Tionghoa.
Disebut juga kue hwat kwee, bentuknya mirip bolu kukus, tapi teksturnya lebih padat. Rasanya mirip bakpao.
Kue ini dibuat dari tepung terigu dan tapai. Setelah didiamkan 12 jam, diberi terigu, gula, dan cokelat meses.
Adonan kemudian dituangkan pada cetakan bolu dan dikukus selama 30 menit.
Baca Juga: Quietcation, Tren Wisata Terbaru Jelang Akhir 2025 dengan Konsep Mencari Ketenangan
4. Wedang ronde
Wedang ronde aslinya bernama Tangyuan atau yangxiao. Ini selalu dihidangkan pada Festival Lampion dan Imlek.
Tangyuan artinya bulatan-bulatan dalam sup. Bulatannya dari tepung ketan yang diberi isi kacang tanah dan gula.
Pembeda tangyuan dengan wedang ronde adalah airnya.
Airnya sudah diadaptasi dengan selera lokal, yaitu dari jahe, gula merah, dan daun pandan.***
Artikel Terkait
Kuliner Tradisional Solo yang Semakin Langka, Masih Mungkin Ditemukan di Pasar Tradisional
Dari Bu Hj. Bejo sampai Mbok Galak, Ini Deretan Sate Kambing Enak di Solo
Kuliner Kekinian di Solo, Beberapa Merupakan Menu Tradisional yang Dibuat Lebih Modern
Berburu Buah Tangan dari Kota Solo? Ini 5 Oleh-oleh yang Bisa Kamu Pertimbangkan
Ragam Sate Khas Solo, Manis dan Tidak Melulu Terbuat dari Daging Hewan