Baru pada tanggal 12 Maret 1901 pemerintah Belanda mengeluarkan kebijakan monopoli pegadaian.
Bersamaan dengan itu didirikanlah Pegadaian Negara yang pertama tanggal 1 April 1901 di Sukabumi.
Pemilihan kota Sukabumi sebagai tempat pertama pedagaian karena banyaknya perkebunan.
Pegadaian dibangun untuk menunjang kehidupan pemilik kebun dan para pekerjanya.
Baca Juga: 4 Pulau Kecil di Jawa Timur yang Memesona dengan Keindahan Pantai Putih dan Keindahan Bawah Laut
Museum interaktif
Museum Pegadaian berdiri sejak tahun 2010. Sayangnya, tidak banyak yang berkunjung karena belum menarik.
Tahun 2021 museum diresmikan ulang dan mengalami pembaharuan menjadi museum interaktif.
Museum dibagi atas tiga bagian dengan beragam koleksi.
Baca Juga: Healing di Dalam Ruangan: 10 Aktivitas Indoor Seru untuk Mengisi Waktu Liburan Saat Musim Hujan
Pada bagian pertama pengunjung bisa melihat beragam alat-alat kerja pada zaman dulu.
Di antaranya, brankas besi, lemari penyimpanan emas, lemari arsip, sepeda, jam mekanis, dan cap kuno.
Di ruangan lain tersimpan barang-barang yang dulu digunakan sebagai jaminan, seperti kain dan peralatan rumah tangga.
Baca Juga: Tempatnya Sunyi tapi Memikat, Begini Keindahan Pusuk Sembalun di Ketinggian Rinjani
Sebagian besar koleksi museum didapat dari warisan pegadaian di sejumlah kota di Pulau Jawa.
Selain dari Sukabumi ada juga dari Purwokerto, Yogyakarta, Bantul dan Temanggung.
Artikel Terkait
Setelah Jadi Salah Satu Tempat Syuting Gadis Kretek, Museum Kretek di Kudus Makin Banyak Dikunjungi Orang
Selain Sejarah, Kini Museum Timah Indonesia Mentok Jadi Ruang Sosial Warga
Ini Rekomendasi Museum untuk Menelusuri Jejak Kemerdekaan Indonesia
Petualangan Seru di Museum dan Kampung Seni Borobudur, Nggak Cuma Lihat Artefak!
Nawa Majika: Masuk ke Dunia Imersif Baru di Museum Mandiri, Selfie Dijamin Hits!
Museum Bustanil Arifin: Pintu Masuk untuk Mengenal Budaya Minangkabau Lebih Dekat