Museum Bustanil Arifin: Pintu Masuk untuk Mengenal Budaya Minangkabau Lebih Dekat

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Rabu, 5 November 2025 | 15:30 WIB
Museum Bustanil Arifin di Padang Panjang adalah wisata edukasi budaya Minangkabau yang menyajikan rumah gadang, perpustakaan arsip sejarah, hingga pengalaman memakai pakaian adat. (fadilamum.com)
Museum Bustanil Arifin di Padang Panjang adalah wisata edukasi budaya Minangkabau yang menyajikan rumah gadang, perpustakaan arsip sejarah, hingga pengalaman memakai pakaian adat. (fadilamum.com)

Kabar BUMN - Belajar budaya Minangkabau tidak selalu harus lewat buku atau sejarah di sekolah.

Di Padang Panjang, Sumatera Barat, ada sebuah tempat yang memungkinkan kamu merasakan langsung nuansa adat Minang lengkap dengan bangunan rumah gadang hingga koleksi arsip sejarah.

Museum Bustanil Arifin menjadi salah satu wisata edukasi yang wajib kamu kunjungi saat berada di daerah ini. Lokasinya strategis, mudah dijangkau, dan menyimpan banyak informasi menarik tentang budaya Minangkabau.

Baca Juga: PHE dan Mitra Strategis Garap Blok Bobara, Dorong Potensi Energi di Kawasan Timur Indonesia

Lokasi yang Mudah Dijangkau

Museum Bustanil Arifin terletak di Jalan Bustanil Arifin, Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang.

Karena posisinya berada di jalur lintas, wisatawan yang bepergian menuju Padang, Bukittinggi, atau Batusangkar akan melewati museum ini. Lokasinya membuat museum menjadi salah satu tempat singgah favorit wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri.

Baca Juga: ASDP Perketat Kesiagaan Jelang Musim Hujan, Utamakan Keselamatan Penumpang

Sekilas Sejarah Museum Bustanil Arifin

Museum ini berdiri pada 8 Agustus 1988 dan diprakarsai oleh Bustanil Arifin, yang pernah menjabat sebagai Menteri Koperasi RI.

Dua tahun setelah didirikan, museum ini diresmikan sebagai pusat wisata edukasi yang fokus pada dokumentasi budaya Minangkabau. Tempat ini sekarang dikenal sebagai Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM).

Baca Juga: Lombok dan Pesonanya: Menyusuri Sudut-Sudut Tersembunyi yang Menenangkan

Jam Operasional dan Kunjungan

Museum buka setiap hari dari pukul 08.30–17.30 WIB. Tidak hanya wisatawan lokal, turis mancanegara, terutama dari Malaysia, juga sering datang untuk mengenal budaya Minang lebih dekat.

Selain biaya perjalanan yang terjangkau, wisatawan Malaysia merasa budaya Minangkabau punya ikatan sejarah dengan Negeri Sembilan, salah satu negara bagian di Malaysia yang penduduk awalnya berasal dari leluhur masyarakat Minangkabau.

Baca Juga: PLN Nyatakan SDM Unggul sebagai Pilar Strategis Transisi Energi pada Forum HAPUA Working Group 5 ke-13

Harga Tiket Masuk

  • Anak-anak: Rp 5.000

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini