“Christkindelsmärik” sudah ada sejak 1570 dan masih mempertahankan ciri khasnya hingga kini.
Lebih dari 300 kios kayu di pusat kota tua menawarkan kerajinan tangan, vin chaud (mulled wine), dan berbagai kudapan khas Alsace.
Tips: Pesan penginapan dari jauh-hari, karena kota ini sangat ramai saat musim Natal.
Anda juga bisa mencoba tur perahu di Sungai Ill untuk menikmati pemandangan kota dari sudut berbeda.
Baca Juga: Didirikan di Kota yang Mengenal Gadai Resmi Pertama di Indonesia, Inilah Museum Pegadaian, Sukabumi
3. Cologne, Jerman
Cologne memiliki banyak pasar Natal bertema, salah satu yang paling populer berada tepat di bawah menara kembar Cologne Cathedral.
Di sini, pengunjung bisa membeli ornamen kaca buatan tangan, dekorasi Natal, serta berbagai hidangan khas Jerman sambil menikmati gemerlap cahaya di sekitar katedral.
Tips: Datang pada pertengahan November atau awal musim pembukaan untuk mendapatkan suvenir terbaik sebelum stok menipis.
Baca Juga: Enak Tapi Bahaya: Kenapa Makan Gorengan Berisiko untuk Kesehatan?
4. Brussels, Belgia
Brussels menghadirkan pasar Natal “Winter Wonders” yang dipusatkan di Grand Place dan area sekitarnya.
Ratusan kios kayu menawarkan aneka kerajinan, camilan musiman, serta hiburan seperti light show.
Tips: Brussels cocok dijadikan kota transit jika Anda ingin menjelajahi beberapa pasar Natal sekaligus karena koneksi kereta antarkotanya sangat mudah.
Baca Juga: Camilan Tradisional Makassar, Hampir Semuanya Telah Dibuat Sejak Beratus-ratus Tahun Lalu
Artikel Terkait
Camilan Tradisional Makassar, Hampir Semuanya Telah Dibuat Sejak Beratus-ratus Tahun Lalu
Enak Tapi Bahaya: Kenapa Makan Gorengan Berisiko untuk Kesehatan?
Didirikan di Kota yang Mengenal Gadai Resmi Pertama di Indonesia, Inilah Museum Pegadaian, Sukabumi
Taman Gratis di Kuala Lumpur, Tempat Istirahat Sejenak dan Menghirup Udara Segar
Curug Cikaso, Air Terjun di Sukabumi yang Menawarkan Pesona Tiga Aliran Sekaligus