Mau ke Keraton Surakarta? Sabar Dulu, Akses Wisata Ditutup karena Proses Pergantian Raja

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Minggu, 16 November 2025 | 08:30 WIB
Museum Keraton Surakarta tutup sementara di tengah masa suksesi raja dan dinamika internal keraton. Cek update terbaru sebelum berkunjung. (Wikipedia.org)
Museum Keraton Surakarta tutup sementara di tengah masa suksesi raja dan dinamika internal keraton. Cek update terbaru sebelum berkunjung. (Wikipedia.org)

Kabar BUMN - Untuk kamu yang punya rencana jalan-jalan ke Keraton Surakarta dalam waktu dekat, ada informasi penting yang perlu diketahui.

Kawasan museum di dalam kompleks keraton belum bisa menerima kunjungan seperti biasa.

Situasi ini terjadi bersamaan dengan momen besar di internal keraton yang membuat aktivitas wisata harus dihentikan sementara.

Baca Juga: Goa Petruk, Pesona Karst yang Hanya Terlihat oleh Mereka yang Berani Masuk

Museum Keraton Surakarta Tutup Tanpa Kepastian Jadwal Buka

Museum Keraton Surakarta saat ini masih ditutup bagi wisatawan. Pihak pengelola memastikan bahwa penutupan masih berlangsung dan belum ada keputusan resmi tentang kapan museum akan beroperasi kembali.

Karena itu, pengunjung yang ingin menikmati koleksi sejarah keraton dianjurkan menunggu informasi lanjutan sebelum menyusun rencana kunjungan.

Baca Juga: Perkuat Ekosistem Syariah, BSI Salurkan ZISWAF ke 300 Ribu Penerima

Suasana Keraton Memasuki Masa Pergantian Raja

Di balik penutupan ini, Keraton Surakarta sedang memasuki masa yang sangat penting. Setelah wafatnya Pakubuwono XIII pada 2 November 2025, keraton memasuki periode transisi menuju penetapan raja baru.

Momen suksesi seperti ini tidak terjadi setiap hari, sehingga menjadi perhatian masyarakat, khususnya para pengagum budaya Jawa.

Baca Juga: Raih Hadiah Motor hingga Emas! Ini Kesempatan Seru untuk Merchant BRI Palembang

Dinamika Klaim Tahta Menambah Kompleksitas Situasi

Situasi di internal keraton menjadi semakin dinamis karena dua putra Pakubuwono XIII, yaitu KGPAA Hamangkunagoro dan KGPH Hangabehi, sama-sama menyatakan diri sebagai penerus sah bergelar Pakubuwono XIV.

Perbedaan legitimasi ini membuat proses suksesi menjadi sensitif dan berpengaruh pada aktivitas di lingkungan keraton, termasuk kunjungan wisata.

Baca Juga: 91 Warga Desa Cambai Manfaatkan Layanan Mobil Sehat PT TIMAH Tbk

Wisatawan Diminta Menunggu Update Resmi

Hingga kini, belum ada pengumuman resmi mengenai pembukaan kembali museum. Untuk kamu yang ingin berkunjung, sebaiknya memantau perkembangan terbaru dari pihak keraton atau kanal informasi terpercaya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini