Mitos vs Fakta Tentang Budaya Kerja di Startup, Fresh Graduate Wajib Tahu

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Minggu, 16 November 2025 | 22:00 WIB
Ilustrasi - Mitos vs Fakta kerja di perusahaan startup. (Freepik/pressfoto)
Ilustrasi - Mitos vs Fakta kerja di perusahaan startup. (Freepik/pressfoto)

Kabar BUMNKarier di perusahaan rintisan alias startup kini semakin diminati, terutama oleh para fresh graduate yang ingin belajar cepat dan terjun langsung ke dunia kerja yang dinamis.

Namun, popularitas ini juga membawa banyak asumsi yang belum tentu sesuai dengan kenyataan.

Banyak calon pekerja yang membayangkan budaya kerja startup identik dengan suasana santai, jam kerja fleksibel, sampai jenjang karier instan. Benarkah demikian?

Agar tidak salah langkah, berikut rangkuman mitos vs fakta tentang budaya kerja startup yang perlu dipahami sebelum mengirimkan CV.

Baca Juga: Pantai-pantai Cantik di Semarang, Alternatif Wisata Murah Meriah yang Tidak Jauh dari Kota

Mitos 1: “Kerja di startup itu santai dan bebas aturan.”

Faktanya:

Budaya startup memang cenderung lebih kasual dibanding perusahaan besar.

Namun, santai bukan berarti bebas.

Banyak startup menerapkan standar tinggi terhadap produktivitas, kreativitas, dan kemampuan multitasking.

Struktur yang ramping membuat setiap karyawan memegang peran krusial, sehingga tanggung jawab bisa lebih besar dari pekerjaan di korporasi.

Baca Juga: Taman Cantik di Indonesia yang Didirikan di Zaman Hindia Belanda dan Masih Terpelihara dengan Baik

Mitos 2: “Jam kerja fleksibel, jadi hidup lebih seimbang.”

Faktanya:

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini