Kabar BUMN — Karier di perusahaan rintisan alias startup kini semakin diminati, terutama oleh para fresh graduate yang ingin belajar cepat dan terjun langsung ke dunia kerja yang dinamis.
Namun, popularitas ini juga membawa banyak asumsi yang belum tentu sesuai dengan kenyataan.
Banyak calon pekerja yang membayangkan budaya kerja startup identik dengan suasana santai, jam kerja fleksibel, sampai jenjang karier instan. Benarkah demikian?
Agar tidak salah langkah, berikut rangkuman mitos vs fakta tentang budaya kerja startup yang perlu dipahami sebelum mengirimkan CV.
Baca Juga: Pantai-pantai Cantik di Semarang, Alternatif Wisata Murah Meriah yang Tidak Jauh dari Kota
Mitos 1: “Kerja di startup itu santai dan bebas aturan.”
Faktanya:
Budaya startup memang cenderung lebih kasual dibanding perusahaan besar.
Namun, santai bukan berarti bebas.
Banyak startup menerapkan standar tinggi terhadap produktivitas, kreativitas, dan kemampuan multitasking.
Struktur yang ramping membuat setiap karyawan memegang peran krusial, sehingga tanggung jawab bisa lebih besar dari pekerjaan di korporasi.
Baca Juga: Taman Cantik di Indonesia yang Didirikan di Zaman Hindia Belanda dan Masih Terpelihara dengan Baik
Mitos 2: “Jam kerja fleksibel, jadi hidup lebih seimbang.”
Faktanya:
Artikel Terkait
Banyak Anak Muda Diserang Penyakit Jantung: Kenali Risiko dan Penyebabnya Sejak Dini
Minim Fasilitas, Pesona Telaga di Bukit Kebumen Ini Tetap Bikin Susah Pulang
Eksplor Pesona Natuna: Deretan Destinasi Alam Memukau untuk Liburanmu
Taman Cantik di Indonesia yang Didirikan di Zaman Hindia Belanda dan Masih Terpelihara dengan Baik
Pantai-pantai Cantik di Semarang, Alternatif Wisata Murah Meriah yang Tidak Jauh dari Kota