Tempat Wisata di Sawahlunto, Kota Kecil Bekas Penghasil Batu Bara Terbesar di Zaman Hindia Belanda

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Selasa, 18 November 2025 | 07:00 WIB
Sejak zaman Hindia Belanda, Sawahlunto, Sumatra Barat, sudah terkenal dengan tambang batu baranya. (Unsplash/Faaidhul Haadi)
Sejak zaman Hindia Belanda, Sawahlunto, Sumatra Barat, sudah terkenal dengan tambang batu baranya. (Unsplash/Faaidhul Haadi)

Baca Juga: Pasar Lidah Ndonowati, Surabaya, Tempat Wisata Kuliner dengan Konsep Pasar Tradisional Zaman Dulu

Puncak Cemara dan pemandangan kota Sawahlunto di bawahnya. (Google/Sogol Soga)

3. Puncak Cemara
Puncak Cemara berada pada ketinggian 1.677 mdpl. Lokasinya sedikit di pinggir kota.

Jaraknya sekitar 13,6 kilometer dari pusat kota Sawahlunto atau sekitar 30 menit perjalanan.

Sesuai namanya, di bukit ini banyak ditumbuhi pohon cemara.

Puncak Cemara sudah dilengkapi dengan ayunan, hammock dan sport berfoto yang aestetik.

Baca Juga: Daftar Oleh-oleh Khas Bogor yang Sejak Dulu Populer dan Masih Jadi Favorit

Gereja Katolik Santa Barbara, Sawahlunto, didirikan tahun 1920 dengan gaya arsitektur Belanda. (Google/Tival Godoras)

4. Gereja Katolik Santa Barbara
Meskipun mayoritas penduduk Sawahlunto beragama muslim, di sini juga berdiri gereja katolik.

Rumah ibadah ini didirikan tahun 1920 dengan gaya arsitektur Belanda.

Gereja Katolik Santa Barbara tidak hanya bangunannya yang indah tetapi juga interior dan furniturnya.

Gereja ini berlokasi di jalan Yos Sudarso no 45, Pasar, Kecamatan Lembah Segar, Sawahlunto.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini