Tempat Wisata di Sawahlunto, Kota Kecil Bekas Penghasil Batu Bara Terbesar di Zaman Hindia Belanda

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Selasa, 18 November 2025 | 07:00 WIB
Sejak zaman Hindia Belanda, Sawahlunto, Sumatra Barat, sudah terkenal dengan tambang batu baranya. (Unsplash/Faaidhul Haadi)
Sejak zaman Hindia Belanda, Sawahlunto, Sumatra Barat, sudah terkenal dengan tambang batu baranya. (Unsplash/Faaidhul Haadi)

Kabar BUMN - Sejak zaman Hindia Belanda, Sawahlunto, Sumatra Barat, sudah terkenal dengan tambang batu baranya.

Sekitar 1920-an produksi batu bara di Sawahlunto mencapai puncak kejayaannya.

Produksi batu bara Sawahlunto bahkan menjadi andalan sampai dibuatkan stasiun kereta api khusus.

Kini sisa kejayaan itu masih bisa ditemukan di Sawahlunto.

Baca Juga: KL Forest Eco Park, Taman Hijau dengan Kealamian yang Menyegarkan di Tengah Kesibukan Kota Kuala Lumpur

Perkembangan kota dan pertambangan Sawahlunto dari tahun 1891 sampai 1970-an itu bisa dilihat di Museum Tambang Batu Bara Ombilin. (ilmutambang.com)

1. Museum Tambang Batu Bara Ombilin
Sawahlunto menjadi kota pada 1888 bersamaan dengan dioperasikannya tambang batu bara terbesar di Hindia Belanda.

Perkembangan kota dan pertambangan dari tahun 1891 sampai 1970-an itu bisa dilihat di museum ini.

Selain foto dan diorama, ada kostum penambang, kendaraan pengangkut batu bara dan alat-alat pertambangan.

Museum Tambang Batu Bara Ombilin beralamat di jalan M Yamin, Kelurahan Pasar, Lembah segar, Sawahlunto.

Baca Juga: 4 Pantai Hidden Gem di Pacitan yang Masih Sepi Pengunjung, Serasa Private Beach

Kawasan Tambang Batu Bara Ombilin yang sudah tidak berfungsi sekarang tempat wisata sejarah yang telah ditetapkan situs warisan budaya oleh UNESCO. ( whc.unesco.org via infosumbar.net)

2. Kawasan Tambang Batu Bara Ombilin
Bekas tempat penambangan batu bara yang sudah tidak berfungsi ini sekarang tempat wisata sejarah.

Kota tambang tertua di Asia Tenggara ini pun telah ditetapkan situs warisan budaya oleh UNESCO.

Di kawasan ini orang bisa melihat sisa-sisa tempat penggalian batu bara, gedung ransum dan lokomotif tua, Mak Itam.

Di sini juga terdapat bangunan Silo yang dulu jadi tempat menimbun batu bara sebelum dibawa ke Teluk Bayur.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini