Kabar BUMN - Sejak zaman Hindia Belanda, Sawahlunto, Sumatra Barat, sudah terkenal dengan tambang batu baranya.
Sekitar 1920-an produksi batu bara di Sawahlunto mencapai puncak kejayaannya.
Produksi batu bara Sawahlunto bahkan menjadi andalan sampai dibuatkan stasiun kereta api khusus.
Kini sisa kejayaan itu masih bisa ditemukan di Sawahlunto.
1. Museum Tambang Batu Bara Ombilin
Sawahlunto menjadi kota pada 1888 bersamaan dengan dioperasikannya tambang batu bara terbesar di Hindia Belanda.
Perkembangan kota dan pertambangan dari tahun 1891 sampai 1970-an itu bisa dilihat di museum ini.
Selain foto dan diorama, ada kostum penambang, kendaraan pengangkut batu bara dan alat-alat pertambangan.
Museum Tambang Batu Bara Ombilin beralamat di jalan M Yamin, Kelurahan Pasar, Lembah segar, Sawahlunto.
Baca Juga: 4 Pantai Hidden Gem di Pacitan yang Masih Sepi Pengunjung, Serasa Private Beach
2. Kawasan Tambang Batu Bara Ombilin
Bekas tempat penambangan batu bara yang sudah tidak berfungsi ini sekarang tempat wisata sejarah.
Kota tambang tertua di Asia Tenggara ini pun telah ditetapkan situs warisan budaya oleh UNESCO.
Di kawasan ini orang bisa melihat sisa-sisa tempat penggalian batu bara, gedung ransum dan lokomotif tua, Mak Itam.
Di sini juga terdapat bangunan Silo yang dulu jadi tempat menimbun batu bara sebelum dibawa ke Teluk Bayur.
Artikel Terkait
Pulau-pulau Penuh Pesona di Sumatra Barat yang Kurang Dikenal Dan Perlu Dikunjungi
Lestarikan Songket Silungkang, PT Semen Padang Kembangkan Destinasi Wisata Kampung Songket di Sawahlunto
Ini Ragam Minuman Tradisional dari Sumatra Barat, Teh Talua Cuma Salah Satunya
Kisah Petani Sawahlunto: Dari Tidak Tahu Apa-Apa, Kini Jadi Ahli Kopi Berkat Bukit Asam
5 Kuliner Sumatra Barat yang Terbuat dari Beras Ketan, Hampir Semuanya Kudapan atau Camilan