Momen sunrise di area ini juga jadi favorit banyak pengunjung yang ingin mengabadikan pemandangan cantik.
Baca Juga: Lowongan Magang Internal Audit PT Danareksa: Kesempatan Belajar di Lingkungan Profesional
Fasilitas Lengkap dan Ramah Wisatawan
Walaupun pengelolaannya dilakukan secara swadaya oleh warga, fasilitas Setu Tamansari tergolong lengkap. Kamu bisa menemukan area parkir luas, gazebo, masjid, warung makan, hingga homestay.
Biaya parkirnya pun ramah kantong, hanya Rp 2.000 untuk motor dan Rp 5.000 untuk mobil. Warga setempat juga aktif menjaga kebersihan dan membantu pengunjung sehingga suasana terasa nyaman.
Sentra UMKM dan Kawasan Geopark
Ramainya wisata di Setu Tamansari berdampak langsung pada ekonomi lokal. Banyak warga yang membuka usaha makanan, minuman, hingga penyewaan perahu. Di bagian atas kawasan ini terdapat sentra UMKM Desa Tamansari yang terkenal sebagai sentra bunga hias terbesar di Indonesia sejak tahun 1970-an.
Selain itu, kawasan ini juga termasuk dalam Geopark Bogor Halimun Salak sejak 2018 dan resmi diakui pada 2024, menjadikannya kaya nilai ekologis dan budaya.
Baca Juga: Jadwal Libur Sekolah Desember 2025: Daftar Lengkap di 38 Provinsi Indonesia
Wisata Budaya dan Alam Sekitar
Desa Tamansari juga punya beragam destinasi lain yang sayang dilewatkan. Mulai dari curug-curug indah seperti Curug Nangka hingga Pura Jagatkarta, pura terbesar kedua setelah Pura Besakih.
Banyak wisatawan datang untuk merasakan suasana spiritual sekaligus menikmati panorama alam yang masih sangat alami. ***
Artikel Terkait
Curug Cidurian, Hidden Gem di Bogor yang Tawarkan Sensasi Liburan di Air Terjun Pribadi
BRI Peduli Gelar Pelatihan Pengolahan Limbah Minyak Jelantah di Bank Sampah Bogor
4 Bangunan Tua di Bogor, Bernilai Sejarah dan Aestetik
Daftar Oleh-oleh Khas Bogor yang Sejak Dulu Populer dan Masih Jadi Favorit
Menikmati Sejuknya Hutan Pinus: Pesona Gunung Pancar untuk Healing di Bogor