Kabar BUMN - Museum Radya Pustaka di Solo yang didirikan tahun 1890, termasuk museum tertua di Indonesia.
Museum ini didirikan KRA Sosrodiningrat IV, seorang Pepatih Dalem Keraton Kasunanan Surakarta.
Awalnya dinamai Paheman Radya Pustaka, ini dulunya lembaga kebudayaan.
Baca Juga: 5 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Traveling bersama Pasangan
Fungsinya sebagai tempat mempelajari kebudayaan Jawa, seperti bahasa Jawa, gamelan dan lainnya.
Pada perkembangannya lembaga ini menyimpan surat penting kerajaan, dokumentasi, dan barang berharga lainnya.
Sampai akhirnya difungsikan menjadi sebuah museum.
Baca Juga: Rekomendasi Liburan Malam Paling Meriah di Malang Night Paradise!
Saat didirikan lokasinya di Dalem Kepatihan. Tahun 1913 dipindahkan ke Loji Kadipolo di jalan Slamet Riyadi.
Loji ini dulunya tempat tinggal warga Belanda, Johanness Busselaar.
Posisinya sangat strategis karena dekat dengan Taman Sriwedari sehingga mudah dikunjungi siapa saja.
Baca Juga: 5 Jenis Tanaman dan Pohon Penyangga Alam, Solusi Alami untuk Cegah Banjir dan Tanah Longsor
Bentuk rumah hunian
Karena menggunakan rumah tinggal, desainnya tidak seperti museum pada umumnya.
Bentuk bangunan rumah tetap dipertahankan, hanya sedikit interior dalammnya yang diubah.
Artikel Terkait
Museum Bustanil Arifin: Pintu Masuk untuk Mengenal Budaya Minangkabau Lebih Dekat
Napak Tilas Pertempuran yang Menjadi Cikal Bakal Hari Pahlawan di Museum 10 November Surabaya
Didirikan di Kota yang Mengenal Gadai Resmi Pertama di Indonesia, Inilah Museum Pegadaian, Sukabumi
Tahukah Kamu Istana Siak di Riau Sudah Berstatus Museum Nasional? Ini Fakta Pentingnya
Dari Heritage ke Arena Seru: Shooting Games Kini Hadir di Museum KA Ambarawa