Fakta dan Sejarah Paspor, Dulu Surat Perjalanan Agar Tidak Menimbulkan Perang

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 8 Desember 2025 | 07:00 WIB
Desain baru paspor RI pakai motif kain Nusantara.  (DOK. Direktorat Jenderal Imigrasi)
Desain baru paspor RI pakai motif kain Nusantara. (DOK. Direktorat Jenderal Imigrasi)

Kabar BUMN - Paspor merupakan identitas penting yang harus dimiliki setiap orang yang akan bepergian ke luar negeri.

Selain yang standar, yakni berukuran kecil, ringkas, dilengkapi informasi data diri.

Paspor sejumlah negara sudah disertai chip canggih yang berisi semua informasi penting seseorang.

Ada sejarah dan perjalanan panjang paspor sampai ke bentuknya yang sekarang.

Baca Juga: Jelajah Malang Bareng Keluarga: Ini Destinasi Wisata Alam Paling Seru untuk Dikunjungi

Tercatat di Alkitab
Sejarah penggunaan paspor bisa dilacak jauh sejak era sebelum Kristus.

Alkitab mencatat Raja Persia memberikan Nehemiah surat perjalanan untuk berkunjung ke Kerajaan Judah.

Di tempat lain, surat perjalanan serupa pernah dibawa rombongan perjalanan di masa Roma kuno dan Tiongkok Kuno.

Berabad-abad kemudian, setiap orang yang bepergian jauh selalu membawa surat perjalanan.

Baca Juga: Telaga Dingin Berlatarkan Hutan Tropis di Pekalongan, Cocok untuk Healing Maksimal

Surat-surat ini digunakan untuk masuk satu wilayah dan sangat penting.

Terutama saat seseorang yang berperan sebagai utusan datang ke daerah musuh untuk menegosiasi perdamaian.

Pada zaman dulu surat seperti ini juga dianggap sebagai perjanjian tak resmi antara dua wilayah.

Gunanya untuk menunjukan si pembawa surat ini tidak punya niat menyerang atau perang di daerah yang dikunjungi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: the history.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini