Muncul awan kumulonimbus
Siklon tropis tidak begitu saja terjadi. Ini bisa diprediksi dan diantisipasi. Tetapi tidak banyak orang paham.
Adapun ciri-ciri dari siklon tropis yaitu suhu di permukaan laut lebih dari 26,5 derajat celsius.
Ini membuat daerah-daerah di dekat pantai panas. Temperatur bisa saja tidak tinggi tapi terasa sangat gerah.
Baca Juga: Pantai Ngitun, Gunungkidul Punya Suasana Tenang yang Sempurna untuk Healing
Kedua, adanya angin yang tidak memotong atau low vertical wind shear.
Ini adalah kondisi di mana terjadi perbedaan kecepatan angin di berbagai ketinggian.
Akibatnya, sering terjadi angin kencang dengan kecepatan sekitar 60 km/jam, secepat mobil melaju.
Dalam kasus ekstrem, angin yang kuat ini bisa menghasilkan tornado yang mampu merusak bangunan.
Baca Juga: Suasana 12.12 di Candi Borobudur: Apa yang Bikin Tanggal Ini Berbeda?
Ketiga, terbentuknya awan kumulonimbus, sejenis awan yang membawa petir.
Biasanya awannya tebal, gelap dan bentuknya menjulang tinggi, seperti gunung atau kembang kol raksasa.
Awan kumulonimbus biasanya akan disusul dengan badai petir dan hujan deras.
Rata-rata siklon tropis dari awal sampai selesai menghabiskan waktu sekitar 7 hari. Kadang bisa 1-30 hari.
Baca Juga: Agenda Akhir Tahun Candi Prambanan 2025, Wisata Sejarah yang Semakin Meriah
Hujan lebat dan bajir
Salah satu akibat dari siklon tropis adalah hujan lebat dan banjir. Kadang bisa menimbulkan banjir bandang.
Hujan lebat terus menerus juga bisa menimbulkan risiko longsor dan pergerakan tanah.
Artikel Terkait
Cara Mudah Atasi Perubahan Iklim dari Rumah
Ragam Jenis Sup Herba dari Berbagai Negara, Kuliner yang Dianjurkan di Tengah Cuaca Tak Menentu
Daftar Makanan dan Minuman yang Disarankan Dikonsumsi Saat Cuaca Panas Ekstrem
Waspada Cuaca Ekstrem, Ini Tips Liburan Aman agar Rencana Tak Berantakan di Akhir Tahun
Waspada Wisata ke Air Terjun Saat Cuaca Ekstrem, Simak Tips Aman Sepanjang Perjalanan